26 Juni 2024

`

Alat Buatan Dosen Malaysia Ini Dapat Menghitung 5 Juta Ikan Sehari

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Perkembangan teknologi di bidang pertanian dan peternakan sangat dibutuhkan. Selain dapat memperbanyak jumlah produksi, juga akan meringankan masalah petani dan peternak.

 

Dr. Hanafi Ahmad Hijazi memberikan materi kuliah di UMM.

 

HAL TERSEBUT disampaikan Dean of Faculty of Computing and Information Universitas Malaysia Sabah (UMS), Dr. Hanafi Ahmad Hijazi dalam International Guest Lecture yang diadakan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Rabu (02/11/2022).

“Ada beberapa keuntungan dari penerapan teknologi di bidang agriculture. Pertama, dapat meningkatkan hasil tanaman meskipun lahan yang dipakai kecil,” katanya.

Kedua, pengoptimalan panen dan pemberantasan gangguan saat bertani dan beternak. Ketiga, penggunaan data untuk meramalkan berbagai kejadian di masa depan, seperti waktu panen, jumlah panen, maupun mendeteksi adanya penyakit pada tanaman dan hewan sebelum menyebar.

“Tingkat populasi manusia di masa yang akan datang akan terus bertambah. Oleh karenanya, kita memerlukan lebih banyak pasokan makanan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Sementara itu, lahan pertanian dan peternakan semakin berkurang. Karenanya, pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan hasil panen dan ternak sangat dibutuhkan,” ujar Hanafi Ahmad Hijazi.

Terkait teknologi di bidang pertanian dan peternakan, Hanafi memberikan beberapa contoh alat. Salah satunya, Fish Counting System menggunakan Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) dan CNN.

Alat ini bekerja untuk menghitung benih ikan di sebuah peternakan. Jika menggunakan cara konvensional, maka peternak harus menghitung benih ikan secara mandiri. Namun dengan adanya alat ini petani bisa langsung mengetahui jumlah pasti dari benih ikan.

Kemudian dapat menghitung lima juta benih ikan dalam sehari. Penampakan benih ikan akan dilakukan oleh alat CLAHE sementara perhitungan akan dilakukan oleh alat CNN.

“Alat lain yang dapat membantu peternak, khususnya peternak ikan adalah water quality monitoring and forecasting. Kualitas air merupakan kunci untuk ketahanan manajemen aquaculture. Jika kualitas air buruk,  maka ikan akan cepat mati,” terangnya.

“Alat yang kami ciptakan ini memiliki dua model, yaitu Support Vector Regression (SVR) dan Long Short Term Memory (LSTM). Seletah kami bandingkan, model SVR lah yang dapat menjaga kualitas air di aquarium lebih daripada model LSTM,” ungkap Hanafi.  (div/mat)