23 April 2024

`

43 PT se Indonesia Kirim 168 Mahasiswa Kuliah di IBU

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 168 mahasiswa dari  43 perguruan tinggi  (PT) se Indonesia, memilih kuliah di IKIP Budi Utomo (IBU), Malang, Jawa Timur, dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mereka memilih 21 mata kuliah unggulan, diampu 21 dosen. 

 

Rektor IKIP Budi Utomo (IBU), Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., melepas dan menerima sejumlah mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara hybrid, Kamis (30/09/2021) pagi.

 

SEDANGKAN IBU mengirimkan 83 mahasiswa untuk kuliah di 17 perguruan tinggi yang menyebar di seluruh nusantara.  Sebagian lagi mengajar di 18 sekolah, mulai SD hingga SMA. Sedangkan yang lain mengikuti program magang  di sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan di Kota Malang.

Pelepasan dan penerimaan mahasiswa program MBKM itu, dilaksanakan Kamis (30/9/2021) pagi, di Kampus C IKIP Budi Utomo, JL. Citandui 46, Kota Malang, Jawa Timur yang dilakukan secara hybrid. Selebihnya mengikuti dari kampus masing-masing, di seluruh Indonesia.

Rektor IKIP Budi Utomo (IBU), Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., didampingi seluruh wakil rektor dan pejabat di lingkungan IBU, melepas dan menerima mahasiswa program MBKM tersebut. “Program-program yang diikuti dalam MBKM ini di antaranya kampus mengajar, magang,  studi independen bersertifikat, pertukaran mahasiswa merdeka, hibah kurikulum biologi,  dan realisasi penandatangan kerjasama,” jelas rektor.

Dalam program MBKM ini, imbuhnya, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengambil program lain di kampus lain, seperti yang diharapkan  Mendikbud Dikti, Nadiem Makarim. Lantaran program MBKM ini adalah menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Untuk dapat ilmu yang berbeda, di perguruan tinggi yang lain di seluruh Indonesia. Karenanya kami dengan senang hati menerima mahasiswa dari 43 perguruan tinggi ini untuk mendapat pengalaman khusus di kampus IBU. Karena IBU punya karakter yang khas,” sebut Nurcholis.

Terlebih dalam proses belajar itu, sebut rektor, adalah proses saling membelajarkan. Bukan hanya diperoleh dari dosen semata, tapi saling memberi dan menerima. Program MBKM memberi keleluasaan. Memberi dan menerima pengalaman baru yang tidak didapat di IBU atau dari kampus yang lain.

“Karenanya, didatangi mahasiswa dari kampus-kampus lain di Indonesia, merupakan kebahagiaan tersendiri. Mudah-mudah mahasiswa semuanya bisa mendapatkan pengalaman belajar, sesuai  yang diharapkan,” harapnya.

Itulah sebabnya, kata rektor, jika melepas sesuatu itu akan timbul kesedihan. Tapi dalam program MBKM ini, justru akan membahagiakan. Lantran mahasiswa bakal mendapatkan pengalaman yang tidak diperoleh di IBU. (mat)