16 Juni 2024

`

36 Wartawan Ikuti UKW di PWI Jatim

2 min read

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 36 wartawan dari berbagai media mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-57 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (28/05/2024) siang. Mereka terbagi dalam tiga jenjang, muda sebanyak 18 orang, madya sebanyak 12 orang, dan utama sebanyak 6 orang.

 

Sebanyak 36 wartawan dari berbagai media mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-57 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (28/05/2024) siang. Mereka terbagi dalam tiga jenjang, muda sebanyak 18 orang, madya sebanyak 12 orang, dan utama sebanyak 6 orang.

 

KETUA PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, mengatakan, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di wilayahnya diharapkan akan menjadikan kehidupan dan ekosistem pers menjadi lebih baik. “Karena UKW dan sertifikasi yang mengiringinya ini bukan alat untuk menaikkan kelas, bukan untuk naik pangkat, tetapi sebagai alat untuk mengukur apakah Anda layak disebut sebagai jurnalis,” katanya.

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun, membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-57 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Selasa (28/05/2024) siang.

Cak Item —-panggilan Lutfil Hakim— menambahkan, peserta UKW setelah lulus UKW harus menunjukkan konsistensi dari sisi kejurnalistikan. Mulai perencanaan, proses peliputan, sampai pemuatan. Namun yang lebih diharapkan lagi, peserta yang lulus harus menunjukkan kompetensi etika dan moral yang jauh lebih penting dari kompetensi teknis. “Tidak ada kemudian jurnalis itu mengintimidasi, tidak sopan,” tegasnya.

Kompetensi ketiga yang jauh lebih penting, menurut Cak Item, adalah kapasitas keilmuan. Sejauh mana memiliki skil jurnalistik. Kalau pengetahuan dan skil nol, sedangkan tugas jurnalis sangat berat, karena harus mengedukasi, mencerdaskan, maka bagaimana publik bisa cerdas kalau jurnalis tidak kompeten?

Lutfil meminta peserta UKW untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan, karena hal itu merupakan suatu keniscayaan. Jika semua itu diniatkan dengan baik akan dicatat sebagai amal baik.

Sementara, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun menyampaikan, khusus PWI Jawa Timur, bisa mendapatkan jatah kembali untuk menyelenggarakan UKW jika bekerja keras dan ada uangnya, karena anggota PWI di daerah ini jumlahnya paling banyak.

Hendry menegaskan, program UKW gratis ini memang menjadi janji kampanyenya di Kongres PWI. “Ini UKW yang ke-18 dari 38 provinsi, ditambah Solo sebagai daerah khusus. Kita terdepan dan diharapkan September program selesai,” ujarnya. (bri/mat)