22 Februari 2024

`

339 WBP Lapas Kelas 1 Malang Kehilangan Hak Pilih

2 min read

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 339 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Malang, Jawa Timur, kehilangan hak suaranya dalam pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

 

Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Malang, Jawa Timur, menjalani pendataan menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar Rabu, 14 Februari 2024 mendatang.

 

MEREKA kehilangan hak suara karena tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Salah satunya, tidak terdaftar di dalam data pemilih. “Jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka tidak bisa mengambil hak suaranya dalam pemilu nanti, karena tidak terdaftar waktu pencocokan dan pendataan,” terang Kepala Lapas Lowokwaru Kelas I Malang, Ketut Akbar Herry Achjar melalui Purwadi, Kabid Pembinaan, Jumat (02/02/2024) siang.

Dia menambahkan, tidak ada data saat pencocokan. Ini terjadi karena banyak hal. Salah satunya, saat pendataan, keluarga WBP tidak memberikan data yang bersangkutan. “Bisa jadi keluarga yang bersangkutan tidak memberikan data WBP karena beragam alasan,” katanya.

GUNAKAN HAK PILIH DENGAN BIJAKLebih lanjut Purwadi menjelaskan, di Lapas Lowokwaru, terdapat 2.246 WBP yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Petugas sudah menyiapkan 10 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Setiap TPS menampung sekitar 300 pemilih. “Di sini ada 10 TPS untuk 2.246 DPT. Jumlah TPS bertambah jika dibandingkan tahun 2019 lalu, karena ada pembatasan sekitar 300 orang di setiap TPS nya,” lanjutnya.

Secara umum, TPS khusus di Lapas Lowokwaru ini hampir sama dengan TPS pada umumnya. Ada 7 orang KPPS, 2 orang Linmas. Selain itu masih ditambah pengamanan dari dalam lapas. Tambahan lain adalah pengamanan dari TNI/Polri.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang,  memaksimalkan pemenuhan hak pilih warga binaan. Selain itu melakukan sosialisasi dan penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di lokasi khusus. Ada sekitar 500 warga binaan yang didata dan diusulkan masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

 “Lapas dan KPU berkomitmen untuk berusaha memaksimalkan perolehan jumlah DPTb dari warga binaan. Ini merupakan pelayanan publik yang perlu diperjuangkan demi mensukseskan Pemilu 2024,” terang Komisioner KPU Kota Malang, Faishol.

Pendataan telah dimulai sejak Kamis (01/02/2024). Kebanyakan DPTb loksus Lapas Malang adalah tahanan dan tahanan yang baru terputus.

Lapas Kelas 1 Malang merupakan salah satu lapas terbesar di Indonesia. Jumlah penghuni selalu berubah tiap hari, karena frekuensi keluar masuk penghuni cukup tinggi. Lapas Malang melayani 3 wilayah, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. (aji/mat)