25 Juli 2024

`

24 Penyandang Disabilitas Ikut UTBK di UM

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 24 penyandang  disabilitas mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2023 di kampus Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, Rabu (10/05/2023) pagi.

 

Rektor UM didampingi Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Kasubdit Seleksi, Dr. Rizky Firmansyah , SE, MSA, dan Kasubdit Humas dan Kerjasama, Dra. Komariyah, menyapa peserta disabilitas tunarungu sesaat sebelum ujian dimulai, Rabu (10/05/2023) pagi.

 

REKTOR UM, Prof.  Hariyono, M.Pd,  mengatakan,  sebagai kampus yang sudah mendeklarasikan kampus inklusif, para penyandang disabilitas wajib mempunyai posisi setara dengan yang normal. “Ada 24  disabilitas yang mengikuti UTBK-SNBT di UM. Satu peserta penyandang disabilitas tunarungu, dan dua puluh tiga lainnya tunadaksa,”jelasnya.

Terkait kuota bagi penyandang disabilitas, Rektor UM  menjelaskan,  tidak ada kuota khusus. “Untuk kuota,  kami tidak menentukan. Apabila mereka lolos tes, kami akan menerima,” ungkapnya.

Terkait  fasilitas bagi penyandang disabilitas yang mengikuti ujian, panitia sudah menyiapkannya, sesuai dengan kebutuhan. Seperti komputer dengan speed generator, fungsinya untuk membaca soal. Ada  pengawas yang sudah diberikan arahan oleh Wakil Rektor UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd yang siap membantu bilamana diperlukan.

Demikian juga  penyandang tunarungu, ada penjelasan dari pengawas sehingga yang bersangkutan tidak akan kesulitan untuk menerjemahkan sebuah soal.  “Pada UTBK-SNBT tidak ada muatan soal yang berbeda bagi penyandang disabilitas dan peserta yang normal secara fisik. Hal ini sesuai kebijakan Kemendikbudristek,” jelas rektor.

Faktor yang menjadi pembeda dengan kampus lain, UM memiliki program studi Pendidikan Luar Biasa yang konsen terhadap pembelajaran bagi penyandang disabilitas. “Kita juga bersyukur mempunyai Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Program Studi Pendidikan Luar Biasa, dengan konsentrasi mendampingi dan mendidik anak- anak yang berkebutuhan khusus, sehingga ketika ada yang dibutuhkan seperti ini,  kita siap  menjadi pendamping,” urainya.  (div/mat)