22 April 2024

`

21.960 Peserta UTBK Ujian di Universitas Brawijaya

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 21.960 calon mahasiswa baru (camaba) dari berbagai daerah di tanah air memilih mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN)  di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Senin (08/05/2023).

 

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasar Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, Senin (08/05/2023) nyaris tak ada kendala. Hanya satu peserta yang terlambat datang, namun tetap diijinkan mengikuti ujian.

 

UNTUK pengamanan agar tak terjadi kebocoran, panitia memeriksa para peserta ujian menggunakan metal detector.  Sedangkan untuk menjaga penyebaran  COVID 19, panitia tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Rektor UB, Prof. Widodo bersama perwakilan Panitia SNPMB, Dr. Tri Budi Santoso, S.T., M.T., (baju biru), meninjau lokasi UTBK di kampus UB, Senin (08/05/2023) siang.

“Peserta UTBK di UB pada tahun akademik 2023/2024 ini mengalami peningkatan sekitar 12,7 persen atau sebanyak 21.960 peserta dibandingkan tahun 2022 yang hanya 19.487 orang. UB menjadi penyelenggara UTBK untuk gelombang pertama, mulai  8 – 14 Mei 2023. Hari ini ujian dimulai secara nasional di 74 pusat UTBK,” terang Rektor UB,  Prof. Widodo, kepada wartawan, Senin (08/05/2023) saat meninjau ujian.

Dia menambahkan, Universitas Brawijaya yang menjadi salah satu pusat penyelenggara  UTBK,  menyiapkan 1.580 unit komputer dan 61 ruang di 16 lokasi. “Kami berharap pelaksanaan UTBK tahun ini lancar dan terpilih mahasiswa baru yang berkualitas dan bertalenta, termasuk dari seleksi jalur undangan yang berbasis prestasi,”  jelas Widodo.

Prof. Widodo menjelaskan, pihaknya  tetap  memberlakukan protocol kesehatan meski tidak seketat 2-3 tahun terakhir. Untuk mengecek kesehatan peserta tes, dilakukan pengecekan suhu tubuh  menggunakan thermo gun. “Selain tetap memberlakukan prokes, untuk pengamanan dan antisipasi berbagai kemungkinan, panitia memberlakukan pemeriksaan menggunakan metal detector,” ujarnya.

Setiap orang yang masuk ke ruang UTBK di UB, harus diperiksa menggunakan metal detector, tak terkeculai Rektor UB, Prof. Widodo, Senin (08/05/2023) siang.

Pada hari pertama pelaksanaan UTBK di kampus UB, rektor beserta pengawas eksternal meninjau ke sejumlah lokasi ujian. Di antaranya,  Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi Pertanian,  serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Peninjauan lokasi-lokasi UTBK juga dilakukan bersama perwakilan Panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) dari eksternal,  Dr. Tri Budi Santoso (Wakil Koordinator 1 Bidang Teknologi dan Sistem Informasi).  “UB sudah mempersiapkan secara matang. Mulai  pintu masuk, peserta dengan mudah mendapatkan informasi. Sebelum masuk ada ruang transit, itu rapi sekali dan  nyaman. Yang lebih penting menenangkan bagi peserta,” ungkap dosen Politeknik Elektronika Negeri (PEN) Surabaya ini.

Sementara itu,  Wakil Rektor Bidang Akademik UB,  Prof. Dr.  Imam Santoso,  mengatakan,  pelaksanaan UTBK kali ini tetap memberlakukan prokes sesuai ketentuan nasional. “Tetap diberlakukan prokes meski tidak seketat tahun lalu. Karena selama 2-3 pekan terakhir ini ada peningkatan kasus COVID-19. Kami tetap ingin memastikan peserta masuk dalam kondisi yang sehat dengan menggunakan thermo gun. Namun selebihnya kami menggunakan ketentuan prokes secara nasional,” ujarnya.  (div/mat)