25 April 2024

`

15 Mahasiswa Asing Mengajar di SDN 4 Lowokwaru

3 min read

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 15 mahasiswa asing dari 11 negara, antara lain Korea Selatan, Jepang, China, Inggris, Yaman, Nigeria, Gambia, Pakistan, Mesir, Tanzania, dan Afghanistan, mengajar di SDN Lowokwaru 4 Kota Malang, Jawa Timur, selama 2 minggu, 15-26 Januari 2024.

 

Para murid SDN Lowokwaru 4 Kota Malang, Jawa Timur, bersama mahasiswa asing yang sedang menjalani program kelas Imersi BIPA UB (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Universitas Brawijaya), beberapa waktu lalu.

 

”KEGIATAN ini merupakan program kelas Imersi BIPA UB (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Universitas Brawijaya). Pada tahun akademik 2023/2024 ini, program BIPA UB mendapatkan mandat untuk mengelola beberapa program. Di antaranya, Darmasiswa Republik Indonesia (DRI), Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan Program Kerjasama,” kata Ketua Pelaksana Program Imersi, Fredy Nugroho, M.Hum, belum lama ini.

Mahasiswa asing dari 11 negara, antara lain Korea Selatan, Jepang, China, Inggris, Yaman, Nigeria, Gambia, Pakistan, Mesir, Tanzania, dan Afghanistan, mengajar di SDN Lowokwaru 4 Kota Malang, Jawa Timur, selama 2 minggu, 15-26 Januari 2024.

Dia menjelaskan, salah satu program BIPA UB adalah Immersion Program atau program kelas imersi. Program ini merupakan penerapan  dalam bentuk praktik dari hasil teori yang sudah didapatkan mahasiswa asing BIPA di dalam kelas. Bentuk kegiatannya, belajar- mengajar di sekolah dasar dengan tujuan untuk saling berbagi pengetahuan tentang negara sahabat kepada murid-murid sekolah dasar.

Salah satu mahasiswa BIPA asal Jepang, Toranosuke Nakazawa, mengatakan, kegiatan imersi ini penting. “Saya merasa kegiatan ini bagus sekali. Sebab, dengan kegiatan ini saya bisa berbagi pengetahuan tentang negara dan budaya saya sekaligus bisa mempraktikkan bahasa Indonesia yang sudah saya dapat di kelas,” tutur mahasiswa asal Wako University, Jepang, ini.

Hal senada diungkapkan mahasiswa BIPA asal China, Li Landi. Ia merasa sangat senang dengan adanya kelas imersi ini. Menurutnya kelas ini bisa menjadi ajang untuk belajar bahasa langsung kepada masyarakat. Selain itu juga bisa menjadi sarana untuk mengenalkan budaya negaranya agar diketahui siswa di Indonesia.

“Senang rasanya dengan kegiatan ini. Saya bisa belajar langsung pada masyarakat (siswa-red) di Indonesia. Saya juga bisa berbagi pengetahuan tentang negara saya pada siswa di Indonesia sehingga semakin dikenal oleh siswa Indonesia,” ungkap mahasiswa asal Tianjin University of Foreign Studies, China, ini.

Fredy Nugroho, M.Hum, menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu program penguatan BIPA. Mahasiswa asing yang belajar BIPA di UB tidak hanya belajar di kelas. Namun, program ini sebagai wujud penguatan materi sekaligus pengalaman lapangan agar mahasiswa bisa secara langsung berinteraksi dengan masyarakat asli.
“Kegiatan imersi merupakan bentuk support sebagai penguat pembelajaran BIPA. Belajar bukan hanya di kelas, namun dengan program ini mahasiswa juga dapat mempraktikkan secara langsung hasil belajar di kelas kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fredy Nugroho menambahkan, dengan adanya program imersi ini diharapkan mahasiswa BIPA UB semakin terpacu untuk belajar bahasa Indonesia dengan baik serta dapat berbagi pengetahuan tentang negaranya masing-masing dengan siswa-siswi sekolah dasar di kota Malang.

Selain itu, ke depan, mahasiswa BIPA UB juga diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung untuk terus menjaga persahabatan antara Indonesia dan negara pembelajar. “Perlu diketahui, program BIPA Universitas Brawijaya (UB) merupakan program yang di dalamnya berisi pembelajaran bahasa Indonesia khusus bagi penutur asing mengenai keterampilan bahasa dan mengenalkan budaya yang ada di Indonesia,” jelasanya.

Tujuan program ini, memberikan pembelajaran kepada masyarakat mancanegara atau luar negeri yang ingin mempelajari bahasa dan seni budaya Indonesia. Adanya program ini diharapkan dapat memperkenalkan Indonesia kepada negara-negara di seluruh dunia sehingga tercipta soft diplomacy dengan seluruh negara tersebut. (div/mat)