13 April 2024

`

13 Prodi di FEB dan FTP UB Dapat Akreditasi Internasional

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 13 program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mendapatkan akreditasi internasional dari Agentur zur Qualitätssicherung an Hochschulen mit Sitz in Köln (AQAS).

 

Consultant AQAS Patrick Heinzer memberikan sertifikat akreditasi Internasional AQAS kepada Wakil Dekan III FTP, Dr. Ir. Mochamad Bagus Hermanto, S.TP., M.Sc. Jumat (17/03/2023).

 

PROGRAM studi (prodi) di FEB yang mendapatkan akreditasi internasional dari lembaga akreditasi internasional yang bermarkas di Jerman tersebut, di antaranya, Prodi S1 Kewirausahaan, S2 dan S3 Manajemen, dan S3 Manajemen PSDKU Kampus Jakarta.

“Sedangkan prodi di FTP, di antaranya S2 dan S3 Teknologi Industri Pertanian, S2 Keteknikan Pertanian, dan S3 Ilmu Pangan,” kata Rektor UB Prof Widodo,  di sela penyerahan sertifikat akreditasi internasional sejumlah prodi tersebut, di kampus UB di Malang, Jawa Timur, Jumat. (17/03/2023).

Dalam kesempatan  itu,  Rektor UB,  Widodo,  menjelaskan,  saat ini sudah ada 66 program studi di UB yang telah mendapatkan akreditasi internasional. “Hampir semua prodi berakreditasi dan berstandar internasional,” ucapnya.

Ia mengatakan,  akreditasi internasional menjadi salah satu daya tarik mahasiswa asing untuk belajar di UB. Selain itu, akreditasi tersebut juga mampu meningkatkan (menggaet) kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Sementara itu, Konsultan AQAS, Patrick Heinzer mengemukakan, sudah selayaknya UB mendapatkan akreditasi internasional, karena memenuhi sejumlah persyaratan dan kriteria. Di antaranya, kurikulum. “Kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar internasional. Selain itu, iklim perkuliahan dan hubungan masyarakat kampus dengan mahasiswa dan sebaliknya sangat bagus,” katanya.

“Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional dari AQAS, namun UB memiliki kelebihan dan bereputasi baik,” ujar Patrick.

Menurut dia, internasionalisasi kampus menjadi tantangan sebuah perguruan tinggi. Internasionalisasi kampus tidak hanya dilihat dari kemampuan mahasiswanya  dalam berbahasa Inggris, namun juga bagaimana iklim penelitian di kampus tersebut. “Di UB ini semua sudah terstruktur dan akreditasi internasional. Ini menunjukkan bahwa UB juga berperan di kancah internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UB, Dr. Shinta Hadiyantina, mengatakan, akreditasi internasional sejumlah prodi di FEB dan FTP tersebut berlaku selama enam tahun. “Ada sejumlah kriteria yang dinilai. Di antaranya, kualitas dan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan, prosedur penjaminan mutu, proses belajar mengajar dan asesmen, administrasi, kualitas dosen, dan suasana akademik,” katanya. (div/mat)