18 Mei 2024

`

10 Masjid Jadi Pusat Mengatasi Masalah Keluarga dan Pinjol

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dewan Masjid Indonesia (DMI), bersama Kementerian Agama (Kemenag), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur, menjadikan 10 masjid di Kota Malang, Jawa Timur, sebagai masjid percontohan mengatasi berbagai masalah. Salah satunya, memberikan solusi beragam permasalahan rumah tangga dan masyarakat.

 

Wali Kota Malang, H. Sutaji melaunching pilot program Family Corner Berbasis Masjid, di Masjid Agung Jami’, Jl Merdeka, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (28/08/2023) siang

 

WALI KOTA Malang, H. Sutiaji, saat melaunching pilot program Family Corner Berbasis Masjid, di Masjid Agung Jami’, Jl Merdeka, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (28/08/2023) siang, menjelaskan, Pemkot Malang menghubungkan sejumlah pihak, termasuk akademisi, dalam menguatkan piranti yang dibutuhkan family corner, termasuk masalah pendanaan dan lainya,” katanya.

Sutiaji menambahkan, masjid tidak hanya sebagai tempat sholat semata, namun juga menjadi solusi berbagai persoalan keluarga, menjadi penerang hidup masyarakat, wadah pembinaan umat, hingga memberikan solusi masalah sosial.

“Fungsi masjid menjadi pemberdayaan warga, solusi ekonomi umat, membantu permasalahan warga, seperti terjebak pinjol (pinjaman onlie). Kami optimis, kerawanan sosial seperti pernikahan dini, kasus jeratan pinjol, kekerasan dalam rumah tangga, lewat program family corner ini dapat diredam,” lanjutnya.

Penggagas program yang juga akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag, menerangkan, para konselor siap berkonsultasi. “Di family corner ada pendampingan kepada masyarakat yang akan menikah, selama pernikahan, yang akan bercerai, pasca bercerai, dan lain sebagainya,” terangnya.

Mufidah menambahkan, 10 masjid percontohan sudah melalui seleksi dan persyaratan tertentu. Nantinya diharapkan jumlah masjid untuk family corner akan terus bertambah, sehingga semakin bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Malang, Prof. KH. Dr. Kasuwi Syaiban, SH, M.Ag, menerangkan, mengumpulkan orang di masjid itu gampang. “Asal dengar adzan saja pasti datang. Tapi kita tidak hanya hayya ala shola, tapi juga hayya falah. Mari menuju kemenangan dengan kelurga yang sakinah, mawaddah, warahmah,,” terangnya. (iko/mat)