22 Februari 2024

`

1.258 Orang Lomba Membatik

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebanyak 1.258 pembatik mengikuti lomba membatik pada pembukaan Expo Pembangunan dan Hiburan Rakyat, Kamis (23/08/2018) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

 

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna melihat peserta lomba membatik dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1258 tahun 2018 di Kepanjen.

KETUA PKK Kabupaten Malang, Ny. Hj. Jajuk Rendra Kresna berharap, dari semua desain dan motif yang dikeluarkan 1.258  pembatik ini, dipatenkan menjadi motif batik khas Kabupaten Malang.

Diakuinya, acara ini dibuat bukan hanya  gebyar untuk menghidupkan kembali kegiatan batik di Kabupaten Malang,  melainkan benar-benar mengangkat salah satu potensi batik Kabupaten Malang.

‘’Waktu yang akan menyeleksi, mana yang akan bisa tetap menekuni batik dan mana yang tidak. Nanti yang benar-benar ada ini yang akan mendapatkan pembinaan. Dari dinas terkait tentunya terus melakukan pembinaan, pendampingan,  dan  membantu pemasaran,” kata Jajuk Rendra Kresna di sela-sela meninjau lomba membatik.

Tetapi, masih kata Jajuk,   nantinya,  batik-batik ini akan bersaing dengan batik seluruh Indonesia. Karena Indonesia telah melahirkan macam-macam motif batik dari masing-masing daerah. “Batik-batik dari Kabupaten Malang, dari 33 kacamatan ini juga akan dipatenkan  namanya. Ke depan, motif ini berkembang, maka akan dikembalikan lagi ke kelompok dan berkompetisi dari para anggotanya,” tegas Bu Jajuk.

Diakuinya, setiap kecamatan,  semuanya punya potensi batik. Misalnya, Batik Tiga Warna dari Sumbermanjing Wetan, dan Batik Maron asal Pagelaran. ‘’Setiap tahun harus ada kreatifitas yang baru dari batik-batik ini di tiap daerahnya. Jadi,  rohnya batik tiap-tiap kecamatan nanti tetap ada. Jika Sumawe identik dengan laut dan ikan menjadi desain utama dan didukung desain-desain lainnya. Setiap tahun akan memunculkan motif baru tanpa menghilangkan ikon dari batiknya di tiap daerah,” pungkas Bu Rendra. (mat)