Yuzu Isotonik, Mengantar Atlit Bulutangkis ke Puncak Prestasi

Wali Kota Malang, Sutiaji, Dandim 0833/Kota Malang, dan Kapolres Malang Kota, AKBP Doni Alexander selalu hadir untuk memberikan dukungan Yuzu Indonesia Masters 2019 di GOR Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kehormatan sebuah bangsa, bisa dari bidang apa saja, termasuk olah raga. Namun diperlukan campur tangan dari pihak – pihak yang peduli, baik pemerintah maupun swasta. Sebab, berawal dari kepedulian dan support, bisa melahirkan pribadi juara yang bisa mengharumkan bangsa. Salah satu yang peduli terhadap dunia olah raga itu adalah Yuzu Isotonik.

 

 

YUZU ISOTONIK merupakan salah satu produk minuman yang menjadi sponsor utama kejuaraan bulutangkis Yuzu Indonesia Master 2019. Turnamen yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Ken Arok, Kota Malang, Jawa Timur, Senin  (01/10/2019) hingga Minggu (06/10/2019) ini merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100.

Yuzu Isotonik berkomitmen menciptakan generasi yang sehat dan kuat. Melalui jalur olah raga bulutangkis, Yuzu siap mengantar atlit meraih prestasi lebih baik. Bersama Yuzu, berjuang lebih baik, demi kejayaan bulutangkis Indonesia di pentas dunia.

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama panitia dan pengurus PBSI Jawa Timur saat pers conference pembukaan kejuaraan bulutangkis Yuzu Indonesia Master 2019.

Kejuaraan yang memperebutkan total hadiah USD 75.000 ini, diikuti 281 pemain dari 15 negara. Di antaranya, Indonesia, Tiongkok, Jepang, Thailand, India, Malaysia dan beberapa negara lainya. Sebelumnya, di tahun 2018, gelaran yang sama dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung.

Penyelenggaraan event kedua ini terbilang sukses. Salah satu indikasinya, animo masyarakat yang tinggi, didukung dengan hadirnya semua pejabat Forkopimda, seperti Wali Kota Malang, Sutiaji.

“Antusiasme masyarakat Kota Malang cukup tinggi. Terlihat dari tribun yang selalu penuh, khususnya setelah penyisihan. Dukungan dari pejabat Kota Malang, juga sangat bagus dan membanggakan. Mereka semua datang ke GOR  Ken Arok.” tutur Ketua Pelaksana, Achmad Budiharto.

Wali Kota Malang, Sutiaji

Dengan kondisi seperti ini, lanjutnya, bukan tidak mungkin even yang lain akan digelar di Malang lagi. Tentunya, dengan sarana dan prasrana yang cukup memadai. Mengingat, layout gedung cukup representatif.

Kehadiran pejabat mulai Wali Kota Malang Sutiaji, Kapolres Malang Kota AKBP Doni Alexander, Komandan Kodim 0833/Kota Malang, Kepala Kejaksaan Negeri Amran Lakoni, SH, serta Ketua DPRD, membuat panitia semakin bersemangat.

“Selain GOR Ken Arok sebagai venue utama,  lokasi GOR lain sebagai tempat berlatih para atlit, juga berdekatan. Dengan sarana yang ada, bisa jadi, even selanjutnya digelar di tempat yang sama. Support dari Yuzu juga luar biasa, dengan komitmennya menjadi sponsor utama,” lanjutnya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi lapangan utama, tempat dilangsungkannya pertandingan, bisa dibilang istimewa. Bahkan bisa dikatakan berstandart internasional. Di bagian luar gedung, tak kalah menariknya, karena dilengkapi sport foto yang mengesankan. Beragam sport booth, menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Tidak terkecuali, aneka kuliner yang siap memberikan hidangan pada masyarakat.

Ketua PBSI Provinsi Jawa Timur, Oei Wijanarko Adi Mulya menerangkan, turnamen ini mengusung tema sportainment. “Tidak hanya menyuguhkan pertandingan bulutangkis kelas dunia, tapi juga ada  bazaar makanan dan hiburan  yang live musik. Tentunya memberikan daya tarik tersendiri,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji yang hadir langsung pada partai puncak Yuzu Indonesia Masters 2019, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada penyelenggara. Mengingat, baru kali ini even sebesar ini dilangsungkan di wilayah kabupaten/kota.

“Saya, atas nama Pemerintah Kota Malang, mengucapkan banyak terima kasih kepada PBSI. Artinya, Kota Malang layak untuk gelaran even ini. Bahkan, saya sampaikan, masih ada gedung lagi jika nantinya pada gelaran yang lain membutuhkan lebih banyak lapangan,” tuturnya.

Selain itu, wali kota berpendapat, kegiatan ini tidak cukup hanya dicermati dari turnamennya saja. Namun, perlu dilihat efek lain, seperti entrepreneur sportnya. “Efek dominonya cukup tinggi Dari informasi yang saya terima, hotel yang disewapun mencapai 250 kamar. Selain itu, UMKM, kuliner, mendapat kesempatan. Semoga gelaran ini memberikan angin positif. Bahkan, sampai pembinaan cabor ini di Kota Malang, bisa meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, di final ganda campuran, pasangan China, Guo Xin Wa/zhang Shu Xian berhasil mengalahkan pasangan Indonesia, Adnan Maulana dan Mychellle Crhstine Bandaso tiga set. Di set pertama, pasangan Indonesia kalah 18 – 21. Di set kedua, Adnan Maulana dan Mychellle Crhstine Bandaso menang 21 – 16. Di set ketiga, berakhir 28 – 26 untuk kemenangan pasangan Cina.

Sementara di ganda putri, terjadi All Indonesian Final, antara Della Destiara Haris berpasangan dengan Rizki Amelia Pradipta melawan Siti Fadia Silva Ramadhanti berpasangan dengan Ribka Sugiarto. Fadia/Ribka berhasil akhirnya menjadi juara ganda putri. (ide/mat)