Wukuf Selesai, Tangis Jamaah Haji pun Pecah

AROFAH, TABLOIDJAWATIIMUR.COM- Jutaan calon jamaah haji dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, pada Sabtu (10/08/2019) atau 9 Dzulhijah 1440 M, sekitar pukul 14.00 waktu Arofah atau sekitar pukul 19.00 WIB, selesai melaksanakan wukuf di Arofah. Derai tangis para jamaah pun pecah sebagai rasa syukur karena telah menunaikan ibadah haji. 

Situasi Jabal Rohmah malam hari, sebelum dilaksanakan wukuf.
PARA jamaah haji asal  Singosari dan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang ditampung di maktab 37 tenda nomor 14  misalnya, melaksanakan wukuf sekitar pukul 12.30 waktu Arofah, bersamaan dengan adzan dzuhur.
Para jamaah haji sedang istirahat.

Wukuf diawali dengan adzan dzuhur  oleh muadzin Moh. Sodikin, lalu dilanjutkan dengan khotbah wukuf oleh khotib Imam Gozali dari Lawang, lalu dilanjutkan dengan sholat  dzuhur dan asar dijamak takdim, dipimpin Ustadz Sahaad dari Lawang.

Dalam khotbah wukufnya, Imam Gozali mengingatkan agar para jamaah haji menyampaikan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT karena telah dipanggil menjadi tamu Allah SWT.
Bersama jamaah haji asal Malang, Jawa Timur di Arofah.

“Sebagai tamu Allah SWT, kita telah dimuliakan, mulai di rumah, saat akan berangkat  yang ditandai dengan banyaknya tamu yang datang dan memberikan doa. Lalu kita diantar ribuan orang saat akan berangkat. Lalu kita dikawal Polisi saat berangkat ke asrama haji hingga sekarang kita berada di Arofah,” katanya.

Setelah selesai membacakan khotbah wukuf, selanjutnya sholat dzuhur dan ashar dijamak takdim. Kemudian dilanjutkan membaca doa wukuf yang dipimpin  H. Moechsin, pimpinan KBIH Al Muchsinin, Lawang, Kabupaten Malang.
Setelah selesai membaca doa, para jamaah haji saling bersalaman, saling meminta maaf sekaligus sebagai tanda mereka sudah sah menjadi haji.  “Sekarang bapak-bapak dan ibu-ibu sudah menjadi haji dan semoga menjadi yang mabrur. Sekarang kita tinggal ke Musdalifah untuk bermalam di sana, lalu besok paginya kita akan ke Mina untuk melempar jumroh,” kata H. Moechsin.
Tanpa bisa dibendung, air.mata para jamaah pun tumpah saat merekka saling.bersalaman untuk.minta maaf. Derai air mata dan dengungan tangis para jamaah yang memadati tenda berkuran 12 meter x 8 meter pun pecah.  Mereka tak mampu menahan rasa suka cita karena telah melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima.
Tangis itu makin pecah tatkala para suami istri saling bersalaman, saling berpelukan seraya saling meminta maaf atas segala salah dan dosa selama ini.
Sekitar pukul 14.30 waktu Arofah, semua prosesi wukuf yang menjadi puncak haji pun selesai. Para jamaah pun beristirahat untuk persiapan ke Musdalifah seraya bermohon supaya menjadi haji yang mabrur. (rahmat, arofah)