Wisata Selorejo Buka Lagi, Pengunjung Dibatasi 5.000 Orang/Hari

Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyajikan wisata air yang nyaman.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejak  pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terjadi Maret 2020 lalu, wisata air Bendungan Selorejo, di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditutup untuk umum. Namun sejak beberapa waktu lalu, wisata milik Perum Jasa Tirta (PJT) I ini dibuka kembali. Tapi jumlah pengunjung dibatasi hanya 5 ribu orang per hari.

 

Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyediakan tempat untuk kemah dengan suasana malam yang mempesona.

 

“WISATA Selorejo sudah buka mulai 1 September 2020 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk semua karyawan dan mitra usaha, seperti pedagang dan pengemudi perahu. Mereka harus menggunakan masker dan face shield,” kata Kepala Kepala Sub Divisi Pariwisata dan Jasa Lain PJT I, Inni Dian Rohani, Senin (28/09/2020) siang.

Cotage Wisata Selorejo di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyediakan kamar yang bersih dan nyaman.

Untuk penerapan protokol kesehatan, pihaknya juga memasang papan himbauan penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, yang tersebar di area hotel dan taman wisata. Selain itu, pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker mulai dari pintu masuk hingga di dalam taman wisata. “Di lokasi wisata ada petugas COVID Rangers. Tugasnya, mengingatkan pengunjung agar tetap melaksanakan protokol kesehatan,” tuturnya.

Terkait kapasitas, menurut Inni Dian Rohani, pada masa normal, Taman Wisata Selorejo mampu menampung hingga 10 ribu pengunjung. Namun di era kebiasaan baru ini,   jumlah pengunjung dibatasi hanya 5 ribu orang per hari.

“Pembatasan jumlah pengunjung yang hanya separuh dari kapasitas ini sudah kami ujicobakan. Syaratnya, apabila berkunjung  harus dalam kondisi sehat. Di pintu masuk ada pengukuran suhu dan mengisi buku tamu tentang riwayat data diri,” ungkapnya.

Menurut Inni, Selorejo menawarkan sensasi bagi pengunjung yang benar-benar akan dekat dengan alam. Pengunjung dapat menikmati sajian kuliner khas ikan bakar dengan aneka sambal yang nikmat. Bahkan, kata dia, pengunjung bisa memancing bersama keluarga, baik di tepi waduk maupun di atas perahu,  sembari menikmati sensasi perahu dayung dan motor berkeliling waduk.

“Yang tak dapat dilupakan adalah melintas jembatan gantung yang cukup panjang di atas waduk. Jembatan gantung ini menjadi ikon Selorejo. Pengunjung juga dapat berenang di taman air untuk keluarga maupun kolam renang dewasa standar internasional bagi yang ingin menggelar even kompetisi renang,” ungkapnya.

Manajer Unit Bisnis Pariwisata PJT I, Bayu Pramadya menjelaskan, untuk tiket masuk Taman Wisata Selorejo, pada hari biasa sebesar Rp 13 ribu per orang,  dan akhir pekan atau hari libur nasional sebesar Rp 20 ribu per orang. Tiket kendaraan bermotor roda dua sebesar Rp 2.000, roda empat Rp 5.000,  dan bus Rp 15.000.

Bayu menambahkan, Selorejo juga menyediakan hotel dan fasilitas rapat. Harga hotel mulai Rp 260 ribu per kamar untuk dua orang. Tersedia pula cottage mulai Rp 540 ribu per unit. Sedangkan paket meeting juga tersedia dengan harga ekonomis Rp 150 ribu per pax dengan makan siang dan coffee break.

Selain itu, ada pula paket hemat untuk diklat siswa dengan harga ekonomis mulai Rp 100 ribu per malam. Yang terbaru adalah paket waterside camp dengan harga Rp 250 ribu per tenda per malam. Apabila pengunjung sudah memiliki tenda sendiri, ground atau lokasi kemah bisa disewa dengan membayar Rp 40 ribu per tenda untuk dua orang. Seluruh paket itu, sudah termasuk asuransi.

Menurut Bayu Pramadya, selama Selorejo ditutup  lebih lima bulan, PJT I berusaha memperbaiki layanan. Misalnya, memperbaiki seluruh cottage. Salah satunya, Anggrek Cattleya. Perbaikannya mengusung konsep scandi boho dalam penataan interior. Lokasinya terletak di ujung dengan view waduk.

“Dengan pemandangan di lokasi yang indah, tentu menjadi makin hangat dan cocok sekali untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Bagi keluarga yang menyukai cita rasa artistik dan memiliki gaya hidup yang tidak konvensional, cottage ini menawarkan sensasi yang luar biasa,” jelas Bayu. (div/mat)