Wawali Kota Malang Kukuhkan Anggota Balakar

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan pemukiman, potensi kejadian kebakaran bisa meningkat. Hal itu bisa dikarenakan kesalahan manusia itu sendiri, ataupun juga faktor alam.

 

 

Pengukuhan anggota Barisan Sukarelawan Kebakaran oleh Wawali Kota Malang, Sofyan Edi.

KARENA itu, sebagai salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat terhadap lingkungan, dikukuhkan Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakar). Sekitar 35 anggota Balakar, direkrut dari masing masing kelurahan di Kota Malang, nantinya bekerjasama dengan anggota Damkar  memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam kurun waktu sejak Oktober hingga saat ini, sudah ada sekitar 22 kejadian kebakaran. Mulai diawali dari puntung rokok, kompor lupa matikan, konsleting listrik serta kejadian yang berawal dari pengaruh alam. Untuk itu, tadi kami mengukuhkan para anggota Balakar untuk bekerjasama dengan anggota pemadam kebakaran, untuk bersama – sama memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya usai mengukuhkan anggota Balakar.

Ia melanjutkan, anggota Balakar sendiri adalah relawan yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap lingkungan, utamanya terhadap musibah kebakaran. Tentunya, mendapat pelatihan dan bimbingan khusus, sehingga mempunyai pengetahuan dan keahlian khusus.

Disinggung apakah ada hak khusus yang diterimakan kepada Balakar, Sofyan Edi menyatakan, jika hal itu disesuaikan dengan kemampuan Pemda. Karena, mereka memang berangkat dari Relawan dari kelurahan setempat.

Usia dikukuhkan, para Balakar dan anggota Damkar juga dilakukan simulasi penanganan kebakaran yang terjadi di sebuah pemukiman. Disimulasikan, dua bangunan yang terbakar, dan harus dipadamkan secara tepat. Para anggota Damkarpun, secara cepat dan sigap memadamkan bangunan yang terbakar, setelah warga sekitar memadamkan, dengan manual.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota mengapresiasi para relawan yang dengan keahliannya, telah menunjukkan kemampuan masing masing dalam menangani musibah.

“Dilakukan simulasi, dimaksudkan untuk melatih ketrampilan dan keahlian para Balakar. Selain itu, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian di lingkungan sekitar. Sehingga terlatih dan tanggap akan situasi dan kondisi lingkungan,” lanjut Wawali.

Selain aksi pemadam kebakaran, simulasi juga dilakukan dengan penyelamatan korban  kebakaran, yang terjadi di gedung bangunan bertingkat. Diawali dengan persiapan penyambungan tangga, hingga ditemukan korban diatas gedung diatas gedung. Selanjutnya diturunkan, mengunakan tali Flying Fox serta penyelamatan dengan tali arah vertikal.

Aksi dramatis itupun, sempat mengundang daya tarik warga sekitar, hingga sempat memenuhi area dilakukannya demo kebakaran.

Pada kesempatan itu, Wawali juga berpesan, agar masyarakat tetap waspada akan terjadinya musibah kebakaran. Selain itu, diharapkan, petugas terkait juga secara rutin mengecek kondisi hidrank, sehingga setiap saat bisa difungsikan. (ide)