Wawali Kota Malang Apresiasi Pelangi Bangsaku

MALANG,TABLOIDJAWATIMUR.COM- Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengapresiasi even ‘Pelangi Bangsaku’ yang diselenggarakan SMAK Kolese Sanyo Yusuf, di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu – Minggu (26 – 27/10/2019). Sebab, acara ini menghadirkan beragam budaya dari berbagai daerah.

 

Suasana Pelangi Bangsaku’ yang diselenggarakan SMAK Kolese Sanyo Yusuf, Malang.

 

MENURUTNYA, Pelangi Bangsaku telah mengajarkan bagaimana merawat sebuah bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika. Salah satu kuncinya adalah dengan kebersamaan, kesadaran, serta pengorbanan.

Suasana Pelangi Bangsaku’ yang diselenggarakan SMAK Kolese Sanyo Yusuf, Malang.

“Hari ini, kita disuguhkan even yang sangat inpsiratif. Sebuah pembelajaran demokrasi yang sangat berarti. Karena perbedaan itu adalah sebuah aset untuk belajar. Bisa saling menggali potensi masing – masing. Hal itulah yang menjadi kekuatan dan modal terbesar kita, yakni Bhineka Tunggal Ika itu sendiri,” tutur wawali saat menghadiri Pelangi Bangsaku, di SMAK Santo Yusuf, Sabtu (26/10/2019).

Ia bahkan mengusulkan agar Pelangi Bangsaku bisa digelar di areal yang lebih representatif lagi. Karena dengan begitu, akan lebih banyak  masyarakat yang

Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menghadiri even Pelangi Bangsaku di SMAK Kolese Santo Yusuf didampingi Kepala Sekolah, Patrus Harjanto.

mengetahui dan terlibat untuk melakukan pembelajaran. Mengingat, hal itu bukan hanya seremonial belaka, namun ada nilai- nilai yang bermakna cukup mendalam.

“Informasinya, acara serupa sudah berjalan hingga 8 kali di dalam lingkungan sekolah. Saya usulkan, mungkin bisa digelar di luar, berkolaborasi dengan dinas terkait, sehingga masyarakat umum akan semakin banyak yang menyaksikan dan mendapat pembelajaran dari ini. Malang Raya, juga lagi konsen ke dunia pariwisata,” lanjut Politisi Golkar ini.

Sementara itu, kepala sekolah SMK Koleso Santo Yusuf, Petrus Harjanto menjelaskan, acara Pelangi Bangsaku diisi dengan beragam stand stand pameran. Setiap stand berisi pernak- pernik budaya, informasi dari berbagai daerah asal.siswa itu sendiri.

“Di sekolah ini siswanya dari 26 provinsi. Dari jumlah itu, dibagi dalam 17 Jalinan Asih Siswa se Daerah Asal (jasa). Di setiap stand, diisi dari berbagai daerah asal dari berbagai propinsi. Ada sekitar 1.226 siswa yang terlibat,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, sekolah menghadirkan berbagai pejabat dari Kabupaten Malang, Kota Malang, perwakilan dari Kota Metro Lampung. Mengingat tahun ini, temanya tahun ini adalah.perkawainan adat dari Metro Lampung. Selain itu, dihadirkan juga putri almarhum Presiden Gus Dur, Inayah Wahid.

“Perbedaan itu adalah berkah. Kalau acara seperti ini ada di mana-mana, saya menaruh harapan besar, keberagaman akan semakin indah. Kita itu tidak harus selalu sepakat soal radikalisme. Lama-lama akan tidak punya tempat,” katanya. (ide/mat)