Warga Mojokerto Jadi Penadah Motor

Tersangka Theresia Yongki Prasetyo alias Unyil (bertato), terduga penadah barang hasil penipuan dan penggelapan yang dibekuk jajaran Polsek Bululawang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Polsek Bululawang, kembali mengamankan satu orang tersangka yang diduga merupakan penadah sepeda motor hasil penipuan dan penggelapan, bernama Theresia Yongki Prasetyo alias Unyil (27),  warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (28/06/2018).

 

Prandi Purwanto, terduga tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dibekuk Polsek Bululawang.

KEPADA awak media, Kapolsek Bululawang, Kompol Supari, membenarkan penangkapan Unyil. “Benar, berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya, jajaran kami, tadi malam,  berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial TYP alias U, yang diduga merupakan penadah motor hasil penipuan,” katanya, Jumat (29/06/2018).

Lebih lanjut, Kanit Reskrim Polsek Bululawang, Iptu Rony Margas menjelaskan, Unyil ditangkap petugas di rumahnya. “Setelah mendapat keterangan dari tersangka sebelumnya, PP, kami langsung melakukan pengintaian, dan tersangka TYP alias U kita amankan tadi malam,”jelasnya.

Menurut mantan Kanit 1 Satreskrim Polres Malang ini, antara Prandi Purwanto  (22),  warga Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dengan Unyil, kenal di LP Lowokwaru, saat sama -sama menjalani masa hukuman, karena melakukan penggelapan sepeda motor.

Sepeda motor hasil penipuan yang berhasil diamankan Polsek Bululawang.

Sebelumnya, Prandi dibekuk Polsek Bululawang, pada Minggu (24/06/2018) karena membawa lari sepeda Yamaha Vixion N 4115 EEB milik Martini (60), warga Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang pada Kamis (31/05/2018).

“Jadi, setelah membawa lari sepeda motor milik Martini, kedua pelaku yang kenal di lapas,  janjian untuk melakukan tukar tambah sepeda motor,” ungkap Rony Margas.

Berdasarkan kesepakatan, menurut Kanit Reskrim Polsek Bululawang, kedua pelaku kemudian bertemu di Mojosari, Kabupaten Mojokerto. “Saat bertemu, mereka sepakat tukar tambah. Tersangka TYP alias U mendapat satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU dan uang Rp 1 juta dari tersangka PP. Sebelumnya, dari pengakuan keduanya, mereka juga pernah melakukan transaksi pemesanan sepeda motor tanpa surat kendaraan,” papar Rony.

“Kedua tersangka saat ini kami tahan guna menjalani proses penyidikan lanjutan,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Bululawang. (diy)