TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Pelaksanaan Wakaf Bisnis Forum, Wakaf Pangan Energi Kedaulatan Pangan Umat.

Wakaf, Solusi Ketahanan Ekonomi Umat

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ketika bencana alam terjadi, secara spontan bantuan datang. Satuan tugas langsung mengkoordinir penyaluran bantuan. Semua dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak.

 

Pelaksanaan Wakaf Bisnis Forum, Wakaf Pangan Energi Kedaulatan Pangan Umat.

 

“TAPI TAHUKAH, bencana apa yang paling besar? Jawabnya adalah kemiskinan. Sebuah kondisi keterbatasan dan kekurangan yang mungkin saja dirasakan berkepanjangan,” terang Ahyudin, Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Presiden GIP, saat memberikan sambutan Inspirasi Dalam Wakaf Bisnis Forum, Wakaf Pangan Energi Kedaulatan Pangan Umat, Minggu (22/11/2020).

Salah satu stand pameran saat pelaksanaan Wakaf Bisnis Forum, Wakaf Pangan Energi Kedaulatan Pangan Umat.

Hadir sebagai  pemateri,  Dr. Fahmi, Coach Bisnis Grounded Business Coaching, M. Insan Nurrahman, Presiden Global Wakaf Foundation, Ghofar Rozak Nazila, Director of Business Operations Global Wakaf Corporation, Ustadz Dr. Ahmad Jalaluddin, Lc, ulama dan pakar ekonomi syariah.

Ahyudin mencontohkan, jika ada banjir, gunung meletus, gempa,  serta bencana alam lainnya, para penyumbang, baik perorangan, kelompok, persatuan, langsung memberikan bantuan. Karena bencana adalah cara Allah SWT mengingatkan akan kepedulian manusia.

Lalu bagaimana dengan kemiskinan?  “Kemiskinan  harus dirasakan sebagai bencana  tragedi. Bencana juga ujian. Bagi yang mengalami atau yang tidak mengalami. Itu ujian kepedulian dan solidaritas umat,” terang Ahyudin.

Salah satu cara mengatasinya, lanjut Ahyudin,  dengan wakaf. “Bebaskan dan entaskan kemiskinan melalui gerakan wakaf. Hal itu bisa dilakukan dengan penguasaan ekonomi. Karena wakaf bisa dilakukan oleh perusahaan melalui prosentase keuntungan atau bentuk uang dari perorangan,” jelasnya.

“Wakaf bisa berupa perusahaan. Jika banyak perusahaan mewakafkan sebagian keuntungan, perorangan mewakafkan uang secara reguler, bisa jadi solusi mengatasi kemiskinan. Wakaf yang diamanahkan, bisa dsalurkan dalam bentuk bahan pangan atau modal usaha ketahanan pangan,” katanya.

Sejak 15 tahun berdiri, sudah ada 50 cabang di Indonesia,  bahkan di luar negeri. Sebanyak 5,6 juta donatur, 543 ribu relawan,  dan sudah memberikan manfaat bagi 51 juta orang. Sudah terlaksana 304 ribu aksi nyata bagi umat. (aji/mat)