UWG Siap Revolusi Industri

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Perguruan Tinggi harus aktif mengajukan proposal untuk penelitian ke Research and Comunity Services Ministry of Research Technologi and Higher Education Industri (Ristekdikti). Karena, Dikti telah menyiapkannya untuk itu. Namun, dukungan dana tergantung dari proposal yang sudah disetujui yang ditentukan Dirjen Sumber Daya Iptek.

 

Seminar Smart Innovation and Green Tecnology for Industry 4.0 di Universitas Widyagama, Malang, Jawa Timur, Rabu (02/10/2019).

 

Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, Direkture of Research and Comunity Services Ministry of Research Technologi and Higher Education Industri (Ristekdikti), menyampaikan hal itu saat seminar Smart Innovation and Green Tecnology for Industry 4.0 di Universitas Widyagama, Malang, Jawa Timur,  Rabu (02/10/2019).

Prof Dr Ocky Karna Radjasa, M.Sc, Direkture of Research and Comunity Services bersama Rektor UWG, Prof Dr Ir Iwan Nugroho, MS dan para Wakil Rektor UWG Malang.

“Di era Revolusi Industri 4.0, harus disiapkan mulai dari SDM. Selain itu, harus ada kemampuan prioritas penelitian. Bisa dilakukan dengan kolaborasi dengan para mitra. Topik penelitian harus dipilih yang paling pas,  sesuai dengan kebutuhan,” tuturnya.

Selain itu,  lanjutnya, perlu penyiapan big data, robotik serta teknologi yang humanis. Menurutnya, betapa pun canggihnya teknologi, harus didasari dengan humanis. “Big data, teknologi dan humanis merupakan kunci yang harus dikedepankan. Pada revolusi industri, adalah singkronisasi dengan digitalisasi. Revolusi industri adalah keniscayaan yang harus dihadapi,” lanjutnya.

Untuk itu, Ocky berharap pembelajaran di kampus, sudah berorientasi dengan revolusi industri. Termasuk pembelajaran dengan teknik daring, yakni pembelajaran yang tidak harus dengan tatap muka.

Sementara itu, Rektor Universitas Widyagama, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS menyampaikan, seminar yang dilakukan berdasarkan keberhasilan seminar sebelumnya. Namun kali ini dengan level internasional.

“Dari yang sebelumnya hanya sebatas publikasi, kali ini menjadi penyelenggara. Tentunya membutuhkan banyak persiapan. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Disinggung prioritas penelitian yang dilaksanakan, Iwan mengaku bahwa semua berdasarkan visi enterpreneurship. Sehingga, mendukung kesiapan SDM di era revolusi industri.

Selain itu, pihaknya sudah menerapkan pembelajaran tanpa tatap muka di beberapa fakultas.  “Untuk pembelajaran online, sudah kami terapkan. Yang sudah berjalan dengan Pahang Malaysia,” pungkasnya.(ide)