TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

UPT RSBN Malang memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) melalui play therapy, sosio drama, dan murrotal bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa.

UPT RSBN Malang Bantu Warga Terdampak Gempa

UPT RSBN Malang memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) melalui play therapy, sosio drama, dan murrotal bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, melalui JANETA Mobile Unit (UPT RSBN Malang), memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dan Mitigasi Bencana di Kabupaten Malang pasca gempa Blitar 6.2 scr.

 

KEPALA UPT RSBN Malang, Firdaus Sulistijawan, Jumat (28/05/2021) mengatakan, pengerahan tim LDP ini menindaklanjuti arahan Gubernur Jatim,  Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Alwi.

“LDP tidak hanya memberikan penguatan dan kenyamanan, namun juga memberikan informasi dan penyadaran terkait bencana,” terang Kepala UPT RSBN Malang, Firdaus Sulistijawan.

Seperti diketahui gempa kembali terjadi pada Jumat (21/05/2021) berpusat di Kabupaten Blitar. Hal ini memunculkan kembali trauma terkait bencana yang terjadi sekitar sebulan yang lalu. Kerusakan fisik dan trauma  dirasakan warga Dusun Dandang,  Desa Pamotan,  Kecamatan Dampit,  Kabupaten Malang dan sejumlah daerah lainnya.

Gempa yang terjadi Jumat (21/05/2021)  malam membuat sejumlah bangunan di Kabupaten Malang rusak.

“Untuk membantu menyembuhkan trauma tersebut,  Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur kembali mengerahkan pekerja sosial dan tim untuk memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dengan memberikan kegiatan mitigasi bencana,” terang Firdaus Sulistijawan.

JANETA Mobile Unit yang dipimpin M. Chafidz, A.KS dan tim,  bertugas menyasar penyintas,  yaitu anak, lanjut usia, dan disabilitas. “JANETA Mobile Unit, berkoordinasi dengan tokoh dan pemerhati masyarakat, memberikan kenyamanan dan penguatan untuk mereka melalui play therapy, sosio drama dan murrotal,” kata M.Chafidz.

Kegiatan  membantu 53 orang disabilitas dan anak- anak yang mengalami trauma gempa. Dari 53 orang, 17 anak  masih mengalami traumatis,  salah satunya disabilitas netra yang dialami Js (13 tahun). Bocah ini mengalami  buta total dan cacat sejak lahir.

Sejak terjadinya gempa yang pertama, Js tidak berani keluar rumah. Dia hanya berdiam diri di rumah  sambil menyenandungkan lagu. Namun pada kegiatan kali ini, Js berani muncul dan bersosialisasi dengan warga sekitar. (div/mat)