TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Kepala UPPKB Malang, Bambang Kartika N, ATD, MT, ikut memeriksa berkas kendaraan.

UPPKB Malang Berhasil Bongkar Pemalsuan BLUE

Petugas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Malang, Jawa Timur, rutin melakukan operasi, mengarahkan kendaraan angkutan barang agar masuk ke UPPKB guna menjalani timbang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Malang, Jawa Timur, berhasil membongkar pemalsuan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUE), beberapa waktu lalu. Tiga warga Godanglegi, Turen, dan Kepanjen, Kabupaten Malang (Karyawanto, Abdai Rotomy, dan Agus Hariyanto) ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan. Bahkan ketiganya sudah divonis Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen dengan masa hukuman bervariasi.

 

 

Kepala UPPKB Malang, Bambang Kartika N, ATD, MT, ikut memeriksa berkas kendaraan.

DALAM putusan PN Kepanjen nomor 694/Pid.B/2020/PN.Kpn, Karyawanto divonis pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan. Abdai Rotomy divonis pidana penjara selama 9 bulan. Dalam 2 putusan tersebut, Karyawanto mendapat hukuman 2 tahun 3 bulan penjara. Sementara Agus Hariyanto, melalui putusan nomor 693/Pid.B/2020/PN.Kpn divonis penjara selama 9 bulan.

Kepala UPPKB Malang, Bambang Kartika N, ATD, MT, menjelaskan, keberhasilan membongkar pemalsuan BLUE sekaligus tersangkanya diseret ke PN ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Semoga ke depan tak ada lagi pemalsuan,” katanya saat ditemui di kantornya, UPPKB Malang, Jl. Raya Surabaya – Malang, masuk Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang,  Kamis (28/01/2021) siang.

Petugas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Malang, Jawa Timur, rutin melakukan operasi, mengarahkan kendaraan angkutan barang agar masuk ke UPPKB guna menjalani timbang.

Bambang menjelaskan, tiga orang yang sudah divonis tersebut merupakangan jaringan biro jasa BLUE di wilayah Kabupaten Malang. “Jadi, di dalam BLUE ini terdapat tiga berkas. Pertama, sertipikat uj berkala (dalam bentuk lembaran yang juga biasa disebut kartu iji). Kedua, Smart Card (kartu uji, bentuknya seperti KTP). Ketiga, stker yang biasanya ditempel di body kendaraan,” terangnya.

Kepala UPPKB Malang, Bambang Kartika N, ATD, MT.

Ketiga dokumen ini, masih kata Bambang Kartika, seharusnya diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Dirjen Perhubungan Darat. Namun nyatanya, ketiga dokumen resmi tersebut dibuat sendiri oleh para tersangka dengan cara discanner. Setelah discanner, identitas pemohon dan kendaraan yang tertera di dalam berkas tersebut, diedit sendiri oleh komplotan ini, sehingga terkesan asli. “Padahal palsu,” tandasnya.

Dari hasil temuan UPPKB Malang tersebut, berhasil diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 paket dokumen BLUE palsu, 19 kartu uji berkala asli, 3 buah kartu uji berkala palsu,  1 truk Mitsubishi  N 9452 UA (termasuk STNK dan kunci kontak. Ketiga kartu uji berkala yang palsu tersebut, masing-masing nomor N 4999868 atas nama Sumardiyah, nomor L 869022 atas nama Sugeng Harijono, dan nomor M 686823 atas nama Yacob Mantalik. (mat)