Universitas Dinamika Ciptakan Alat Pembasmi Virus

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Universitas Dinamika (Undika) atau STIKOM Surabaya, berinovasi dengan membuat dua box pembasmi kuman, bakteri, maupun virus di benda. Box yang berbentuk seperti rak buku itu disebut Dinamika Box of Sterilisation (D’Bos). Inovasi ini merupakan langkah yang dilakukan Universitas Dinamika atau STIKOM Surabaya dalam menjalankan masa transisi menuju new normal.

 

 

Box sterilisasi ciptaan Undika Surabaya.

PIHAK kampus mempersiapkan segala bentuk protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19, baik menyediakan handsanitizer, cuci tangan, hingga pemisahan akses keluar masuk kampus. Kepala Bagian Administrasi Umum, Indra Gunawan S.T. menyampaikan, dua box sterilisasi tersebut diletakkan di Pos 1 (keamanan) dan perpustakaan,” ujarnya di Undika, Kamis (02/07/2020).

Indra menyampaikan, pembuatan D’Bos yang menggunakan cahaya ultra violet (UV) ini terinspirasi dari alat sterilisasi di ruang operasi rumah sakit yang berfungsi membunuh kuman maupun bakteri. Oleh sebab itu, pihaknya membuat dua box yang diletakkan di bagian yang sering menerima barang dari luar.

Penempatan di pos 1 dilakukan  karena selalu menerima paket barang dari luar, sehingga membutuhkan strerilisasi barang sebelum masuk ke kampus. Begitu juga dengan perpustakaan yang buku-bukunya akan keluar masuk karena dipinjam oleh pengunjung. “Jadi barang atau buku sudah bebas dari kuman, bakteri, atau virus ketika sampai kepada orang atau peminjam lainnya,” tambah Indra.

D’Bos memiliki ukuran panjang 2 meter, dan lebar setengah meter ini menggunakan lampu UV 20 watt. Pada umumnya ukuran tersebut sudah mampu membunuh kuman pada barang dalam waktu kurang lebih 20 menit.  “Jadi barang-barang yang sudah disterilkan di box tersebut dijamin bebas dari kuman atau bakteri,” tegas Indra.

“Saya juga memasang reflektor, agar cahaya UV bisa memantul dari segala arah. Dan barang bisa disterilkan di semua sisi,” tambah Indra.

Kepala Bagian Perpustakaan, Deasy Kumalawati, S.Pd. M.A. menyampaikan, pihaknya juga akan berupaya meminimalisir penularan COVID-19,  dengan cara  membatasi jumlah pengunjung dan tempat duduk agar tidak berkerumun.  “Box yang dibuat bagian AU ini juga membantu membunuh kuman atau virus yang mungkin ada di buku,” paparnya.

Deasy menyampaikan nantinya pustakawan yang mengembalikan buku akan diletakkan dalam box untuk disterilisasi. Setelah dimasukkan dalam box, petugas perpustakaan akan menyalakan lampu UV selama kurang lebih 20 menit.  “Kami menyebutnya karantina buku sebelum dikembalikan ke rak dan dipinjam oleh pustakawan lainnya,” terang Deasy.

Ia berharap, dengan adanya fasilitas ini, mahasiswa dan karyawan akan terbebas dari virus atau kuman yang mungkin menempel dalam buku. (ang/mat)