Unisma Dampingi Pengembangan UMKM Kabupaten Malang

Unisma menggelar Workshop Kewirausahaan di Era Digital bagi UMKM Kabupaten Malang, di Gedung Ustman Mansyur, lantai 3 Kota Malang, Minggu (20/09/2020).

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Jumlah UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, cukup banyak. Menurut catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, jumlahnya sebanyak 423.000 unit usaha. Sedangkan jumlah IKM (Industri Kecil Menengah) sebanyak 25.493 unit usaha. Berbagai cara dilakukan untuk membantu mengembangan usaha rakyat tersebut, salah satunya bekerjasama dengan perguruan tinggi, termasuk dengan Universitas Islam Malang (Unisma).

 

 

Bupati Malang, HM Sanusi melihat stand pameran produk UMK di Unisma.

KERJASAMA tersebut dikemas dalam kegiatan Workshop Kewirausahaan di Era Digital bagi UMKM Kabupaten Malang, di Gedung Ustman Mansyur, Unisma, lantai 3 Kota Malang, Minggu (20/09/2020). Kegiatan yang diikuti perwakilan UMKM se Kabupaten Malang ini dihadiri Bupati Malang, HM Sanusi.

“Sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo, kebutuhan masyarakat paling tidak diformulasi dalam tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Di sektor perekonomian, pandemi COVID-19 memukul mundur pendapatan masyarakat secara signifikan, karena roda perputaran ekonomi terhambat. Untuk itu, Pemkab Malang menggagas Pasar Online yang disediakan di setiap pasar di Kabupaten Malang. Tujuannya, masyarakat bisa tetap berbelanja tanpa harus keluar rumah. Insyallah program yang digagas dan ditanamkan Pak Jokowi ini sudah terlaksana di Kabupaten Malang,” kata Sanusi saat membuka workshop.

Bupati Malang, HM Sanusi menunjukkan produk UMK di Unisma.

Bupati menjelaskan, dari segi pertanian, Kabupaten Malang juga mengembangkan jagung dan holtikultura. Bahkan tempo hari sudah mendapat perhargaan dari Menteri Pertanian. “Dari Kemendes RI juga memberikan penghargaan karena peduli pada pengelolaan destinasi wisata, karena saya sebagai bupati dinilai peduli terhadap wisata desa. Saya memang anak desa yang harus peduli desa setelah jadi bupati. Saya petani tebu yang tidak lupa pada petani, karena saya memang dari petani,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri mengatakan, pihaknya membuka lebar kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjalin kerjasama dengan Unisma. Bahkan, pihaknya siap memberikan pendampingan, baik manajemen maupun pengembangan kualitas SDM pelaku usaha. “Kami terbuka kepada siapa pun untuk membuka kerjasama dengan kami, termasuk kelompok pengusaha. Kami ingin alumni Unisma jadi orang hebat, menguasai Indonesia dan dunia, terutama dunia usaha,” tegasnya.

Kerja sama Unisma dengan Pemkab Malang di bidang pengembangan UMKM ini akan ditindaklanjuti, terutama pendampingan kepada para pelaku usaha. Apalagi Pemerintah Kabupaten Malang siap mensuport UMKM. (div/mat)