TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Inilah kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.

UMM Raih Bintang Tiga Dunia

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, berhasil meraih predikat kampus bintang tiga dari QS Stars, Kamis (24/06/2021). Raihan ini melengkapi rekognisi internasional yang sudah UMM dapatkan sebelumnya, seperti UniRank dan AUN-QA.

 

Inilah kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.

 

ASISTEN Khusus Rektor Bidang Akreditasi Internasional UMM, Drs. Suparto M.Pd, menerangkan, QS Stars merupakan publikasi tahunan peringkat universitas yang dilakukan oleh Quacquarelli Symonds (QS).

Sistem penilaian QS terdiri dari keseluruhan aspek dan subyek peringkat global, bersama liga regional independen (Asia, Amerika Latin, Eropa dan Asia Tengah, Wilayah Arab, dan BRICS).

“Pemeringkatan ini adalah satu-satunya peringkat internasional yang telah menerima persetujuan dari lembaga ranking internasional dan berada dalam satu level dengan Academic Ranking of World Universities and Times Higher Education World University Rankings,” terang Suparto, Sabtu (26/06/2021).

Suparto menjelaskan, ada dua model penilaian QS Stars, yakni rating dan ranking. Adapun bintang tiga yang diraih UMM kali ini merupakan hasil dari penilaian rating berdasarkan beberapa aspek. “Ada delapan aspek yang dilihat oleh lembaga ini. Mulai dari fasilitas, internasionalisasi, pengajaran, employability, teaching, academic development, program strength, social responsibility serta inclusiveness,” terangnya.

Menurutnya, predikat bintang tiga ini memiliki banyak manfaat bagi perguruan tinggi, utamanya UMM. Salah satunya sebagai standing academic UMM serta pengakuan di tingkat dunia. Di samping itu juga untuk memudahkan jalan kerjasama dengan universitas dan lembaga internasional lainnya.

Suparto menilai, langkah ini sejalan dengan program internasional yang sudah UMM canangkan. Misalnya, usaha UMM dalam meningkatkan akreditasi dan sertifikasi internasional, membangun kerjasama, pengabdian,  serta publikasi internasional. “Kini UMM berada di fase ketiga, yakni obtaining international recognition. Maka dari itu, kami akan terus bekerja keras agar bisa mencapai predikat world class university,” terangnya.

Senada dengan Suparto, Wakil Rektor 1 UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengungkapkan, salah satu kerangka besar capaian UMM adalah internasionalisasi. Utamanya rekognisi yang diperoleh baik dari lembaga pemerintah, non-pemerintah, maupun kampus di level internasional. Begitupun dengan lembaga sertifikasi, pemeringkatan serta akreditasi.

Menurutnya, UMM memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Terhitung sudah hampir 60 tahun kampus putih ini berkecimpung untuk mencerdaskan bangsa. “Sudah waktunya UMM mendapat rekognisi di berbagai level, baik nasional maupun internasional,” katanya.

Menanggapi raihan bintang lima untuk sub kategori employability dan facilities, Syamsul menegaskan, hal itu merupakan hasil dari proses panjang yang sudah dirancang sejak lama. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Mendikbud juga turut mempercepat proses tersebut.

“Sebagai universitas dengan predikat kampus Islam nomor satu dunia versi UniRank, UMM tentu memiliki ikhtiar kuat dalam menjalankan MBKM agar mampu mengantarkan lulusannya ke dunia kerja yang baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UMM,  Dr. Fauzan, M.Pd,  bersyukur atas predikat bintang tiga yang diperoleh.  Menurutnya, predikat ini sudah cukup bagus dan dapat menjadi rekognisi internasional yang strategis. Meski begitu, UMM masih akan terus memperbaiki berbagai aspek untuk bisa mendapat predikat bintang lima dalam waktu dekat.

“Hasil ini merupakan bukti apresiasi QS Stars (lembaga yang berkantor di London, Inggris) atas berbagai perbaikan yang UMM lakukan di beberapa lini. Meski telah meraih bintang lima pada aspek fasilitas, UMM masih bertekad untuk terus membangun berbagai sarana pendukung lain yang berlandaskan pada asas fungsional,” ujarnya.

Sedangkan raihan predikat bintang lima pada aspek employability UMM, menurut Fauzan, hal ini tidak lepas dari iklim pembelajaran di UMM yang terus dikembangkan demi meningkatkan keterserapan. Sehingga para lulusan siap bersaing dalam dunia kerja yang lebih luas. “Keterserapan yang bagus akan semakin baik jika dibarengi dengan kecepatan yang baik pula,” pungkasnya. (div/mat)