TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Pengembang bibit kentang, Dr. Ir. Syarif Husen, MP, menunjukkan bibit kentang unggulan yang dihasilkannya.

UMM Produksi Bibit Kentang Varietas Unggul

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mengembangkan benih kentang unggulan. Produk ini telah diproduksi dan dipasarkan secara mandiri sejak akhir bulan ini. Menariknya, UMM menjadi satu-satunya kampus yang memiliki legalitas untuk memproduksi kentang varietas unggul, yakni Granola Lembang dan Granola Kembang.

 

Dr. Ir. Syarif Husen, MP, berada di lahan penelitian bibit kentang unggulan.

 

PENGEMBANG bibit kentang, Dr. Ir. Syarif Husen, MP, menjelaskan, pekan lalu UMM telah menandatangai Memorandum Of Understanding (MOU) dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Dengan adanya MoU ini, UMM dapat mengelola, memproduksi, serta memasarkan sendiri hasil bibit kentangnya kepada masyarakat.

“Riset mengenai bibit kentang ini telah saya mulai sejak tahun 2015. Memasuki tahun 2018,  benih kentang hasil riset akhirnya dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas dengan bantuan Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) dari Kemenristek. Pada tahun 2021, UMM dapat memasarkan dua varietas bibit, yaitu Granola Lembang, delegasi dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang dan varietas Granola kembang dari BPTP Jawa Timur,” ujar Syarif, Rabu (30/06/2021) siang.

Pengembang bibit kentang, Dr. Ir. Syarif Husen, MP, menunjukkan bibit kentang unggulan yang dihasilkannya.

Dosen Fakultas Petarnian dan Perternakan UMM ini menjelaskan, bibit kentang yang UMM produksi ini memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya, bebas dari virus, karena pengembangan bibitnya menggunakan teknologi kultur in vitro. Proses ini menghasilkan benih dalam bentuk planlet dan teknologi aeroponik untuk mendaptkan benih kentang dalam bentuk umbi generasi nol (G0). “Varietas Granola ini juga memiliki potensi produksi 30-50 ton/hektar bila dilakukan dengan teknik budidaya yang baik dan benar,” kata Syarif.

Saat ini UMM mampu memproduksi sebanyak 20.000 botol planlet melalui sistem pre-order. Untuk pemasarannya, kampus putih ini bekerjasama dengan jaringan alumni dan para petani bibit kentang di Jawa Timur. Menurut Syarif, dengan berbagai kemajuan yang diperoleh UMM dalam mengembangkan bibit kentang, membuktikan bahwa bibit-bibit yang UMM produksi memiliki kompetensi yang unggul.

“Saya tentu berharap kesadaran konsumen dalam menggunakan benih berkualitas semakin meningkat. Hal ini juga akan berdampak pada perkembangan industri benih, khususnya kentang. Selain itu saya juga berharap adanya produksi benih unggulan ini akan membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan bibit nasional,” pungkas Syarif.  (div/mat)