TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Mobil Baca yang dibawa UMM sangat membantu anak-anak yang haus dengan buku bacaan.

UMM – Preman Mengajar Bina Anak-anak Jabung

Berlatih menari, salah satu kegiatan yang diajarkan kepada anak-anak di Jabung oleh UMM dan Preman Mengajar.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Komunitas Preman Mengajar memberikan pelatihan berbagai kegiatan kepada sejumlah anak binaan di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/02/2021) siang.

 

Mobil Baca yang dibawa UMM sangat membantu anak-anak yang haus dengan buku bacaan.

 

FACHRUL Alamsyah (Irul), Founder Republik Gubuk, menjelaskan, bersama Komunitas Preman Mengajar, UMM tidak hanya menyuguhkan buku untuk dibaca, namun juga menanamkan berbagai keterampilan pendidikan karakter pada anak-anak binaan, mulai  mendongeng, menari, hingga latihan seni bela.

Sebelum melakukan kegiatan, seperti menari dan seni bela diri, ada nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan terlebih dahulu kepada anak-anak. “Berlatihlah secara serius, kami ingin di manapun kalian berada, kalian akan menjadi anak yang bermanfaat bagi orang lain dengan ilmu kalian. Gunakan keterampilan yang kalian punya. Pergilah kemana kalian mau dan buatlah spirit yang sama dengan apa yang sudah dilakukan oleh Gubuk Baca di manapun kalian berada,” kata Irul saat memberikan motivasi kepada anak binaan di sana.

Anak-anak sedang mendengarkan dongeng yang disajikan salah satu tim UMM dan Preman Mengajar.

Mengapa mau membina anak-anak di sini?  “Ini adalah hasil inisiasi dari mereka yang merasa prihatin atas kebiasaan kurang baik pada anak-anak. Anak-anak yang harusnya memanfaatkan masa pertumbuhannya untuk memperluas wawasan atau mengembangkan potensi diri, malah terjebak dengan aktivitas bermain HP terus- menerus tanpa tahu waktu. Sedangkan orang tua mereka cenderung membiarkan, karena kebanyakan tingkat pendidikanya rendah. Karena hal itulah saya dan teman-teman yang dulunya tergabung dalam komunitas seni bela diri di kampung ini mau meluangkan waktu untuk mendampingi mereka,” jawab Faris Dwi Setyawan, salah satu penggagas Gubuk Baca.

Ridlo Setyono, S.Pd, selaku koordinator lapang dari UMM, cukup terkejut dengan antusias mereka untuk membaca buku. “Belum juga dibuka lemari bukunya, sudah mengantri. Saat dibuka mereka sontak menyerbu untuk mengambil buku bacaan sesuai dengan yang mereka mau, ” tuturnya.

Dony Windiarto, Koordinator Pendidikan Preman Mengajar  menuturkan kesan baiknya pada kegiatan kolaborasi ini. “Saya berharap Mobil Pintar UMM bisa berkelanjutan, bergerak bersama untuk meningkatkan literasi di pojok kampung yang jarang memiliki fasilitas membaca. Kolaborasi ini adalah bentuk silahturahmi dari instansi pendidikan, khususnya UMM,” pungkasnya. (div//mat)