TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Wisata alam Boon Pring di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

UMM – Pemkab Malang Bangun PLTMH

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Malang, akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. Ini merupakan bagian dari cita-cita UMM untuk membangun 1.000 PLTMH di seluruh Indonesia.

 

Bupati Malang Drs. H.M Sanusi bersama Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, membahas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di beberapa wilayah di Kabupaten Malang.

 

RENCANA membangun PLTMH ini dibahas dalam pertemuan Bupati Malang Drs. H.M Sanusi dengan Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, Senin (25/01/2021) di Pendopo Kabupaten Malang. Ikut dalam pertemuan ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Malang, Ir. Tommy Herawanto, dan Ketua Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM,  Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si.

Wisata alam Boon Pring di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Usai pertemuan, Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si, menjelaskan, rencananya PLTMH ini akan dibangun di beberapa wilayah di Kabupaten Malang. “Namun pemilihan lokasi tetap mempertimbangkan ada tidaknya debit air yang cukup untuk membuat mikro hidro,” katanya.

Sebelumnya, UMM juga sudah membangun PLTMH di beberapa tempat. Di antaranya, Sumber Maron dan Boon Pring di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Menurut Yus, keduanya merupakan langkah awal dari cita-cita UMM untuk membangun 1.000 PLTMH di seluruh Indonesia.

Salah satu wisatawan menikmati wisata alam Boon Pring di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Untuk proyek selanjutnya, UMM juga telah menentukan beberapa titik di Kabupaten Malang yang akan dibangun pembangkit listrik. “Wilayah pertama yang akan dibangun PLTMH adalah di daerah Sumber Jeruk (Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang),” tutur dosen UMM tersebut.

Lebih lanjut, Yus berkata, PLTMH ini nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk memompa air minum ke seluruh wilayah di Malang selatan. Sementara listrik yang dihasilkan akan dimafaatkan untuk mengurangi konsumsi listrik di berbagai fasilitas umum yang ada di Kabupaten Malang. “Satu PLTMH dapat menghasilkan seratus liter air per detik. Tentu hal ini akan sangat membantu distribusi air minum di  Malang selatan,” katanya.

Terakhir, ia mengungkapkan pembangunan ini merupakan suatu bentuk pengabdian universitas dan para dosen UMM terhadap masyarakat, terutama di bidang energi terbarukan.  Yus  berharap masyarakat dapat teredukasi dan mampu memanfaatkan sumber energi baru ini dengan sebaik-baiknya. “UMM memiliki sumber daya manusia yang memumpuni. Saya berharap proyek energi terbarukan ini tidak hanya berhenti pada PLTMH saja, namun juga pada energi terbarukan lainnya, seperti solar cell,” ujarnya.  (div/mat)