TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Malang (UM) bersama para perajin tempe di Kampung Industri Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

UM Ajari Perajin Tempe Sanan Menari Oglek Tempe

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Malang (UM) melatih para perajin tempe di Kampung Industri Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, menari Oglek Tempe. Tujuannya, untuk mendukung culture based village tourism.

 

Sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Malang (UM) bersama para perajin tempe di Kampung Industri Tempe Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

 

PELATIHAN menari ini dikemas dalam bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UM. Pembukaan pengabdian ini dilaksanakan Minggu (27/06/2021) di Kampung Industri Tempe Sanan.

Di kampung ini dilaksanakan dua pengabdian masyarakat sekaligus. Pertama, dipimpin Dra. Wara Suprihatin DP, M. Pd dengan mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Kampung Sanan melalui Tari Oglek Tempe untuk Mendukung Culture Based Village Tourism.

Kedua,  dipimpin Drs. AAG. Arimbawa, M. Sn, dengan tema “Rancang Desain Kemasan Souvenir Khas Sanan Sebagai Penguatan Industri Pariwisata Edukasi Kampung Sanan”.

“Tujuan kegiatan ini  untuk melatih dan memberdayakan perempuan Sanan dengan tarian Oglek Tempe. Kampung Sanan yang sudah terkenal sebagai wisata kuliner dengan keripik tempenya ini akan lebih baik jika  dilengkapi tarian yang khas,” kata Dra. Wara Suprihatin DP, M.Pd, belum lama ini.

Wara menambahkan, wisata tidak hanya sebatas kuliner, tetapi wisata edukasi berbasis budaya juga penting. “Karena itu Tari Oglek Tempe ini adalah karya baru yang kami persembahkan khusus untuk warga Kampung Tempe Sanan,” ujarnya.

Terkait makna dari penamaan tarian ini, Wara menjelaskan bahwa Oglek menunjukkan arti dinamis. Sedangkan Tempe adalah ikon bagi Kampung Sanan.

Penari tarian ini berjumlah 9 orang, tapi yang akan berlatih sekitar 20 orang. Harapannya,  jika ada tamu yang datang di hari yang sama akan ada dua tim yang tampil bergantian. “Semoga dengan adanya tari ini, dapat menambah daya tarik wisatawan di Kampung Sanan” harapnya.

Sementara itu, Drs. AAG. Arimbawa, M. Sn, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari tahun kemarin yang sudah menghasilkan souvenir. Sekarang ditambah desain yang menarik. “Jadi akan menjadi semakin lengkap ketika ada pengunjung berwisata ke Sanan akan disambut dengan tarian Oglek Tempe dan ketika pulang bisa membawa oleh-oleh berupa souvenir,” jelasnya.

Tak ayal kegiatan ini pun  disambut  gembira masyarakat sekitar. Ketua RW 15,  Irvan Kuncoro berharap,  kedepan kegiatan ini akan sangat bermanfaat. “Ketika ada mahasiswa atau dosen UM datang ke kampung kami untuk melakukan kegiatan itu sudah semacam menjadi keluarga sendiri karena terlalu sering. Alhamdulillah karya dan kegiatan yang dilakukan bermanfaat. Kami harap tidak hanya berhenti di sini,  tetapi terus dilakukan pendampingan,” harapnya. (div/mat)