Tinjau Kampung Tangguh Mulyoagung, Bupati Ajak Berdamai Dengan COVID-19

Bupati Malang, HM Sanusi bersama Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, dan Komandan Kodim 0818 Kabupaten Malang-Batu Letkol Inf Ferry Muzzawwad, menyaksikan simulasi pemulasaran jenazah di Kampung Tangguh, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Bupati Malang, HM Sanusi, mengajak masyarakat untuk berdamai dengan COVID-19 dengan cara harus menjaga protokol kesehatan, terutama saat memasuki kehidupan normal baru (new normal). Ia meyakini, dengan memakai masker, cuci tangan, serta prokolok kesehatan lainnya, dapat mencegah penyebaran COVID-19.

 

 

HAL INI DIUTARAKAN Bupati Malang, HM Sanusi saat membuka pembekalan dan pemantapan Kampung Tangguh di Balai Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (03/06/2020).

“Untuk menciptakan kehidupan normal baru (new normal), kita  perlu berdamai dengan COVID-19. Dalam arti,  tetap menjaga protokol kesehatan. Dengan selalu memakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan mematuhi protokol kesehatan, saya yakin dapat mencegah penyebaran COVID-19. Dengan begitu ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan lancer,” katanya.

Bupati Malang, HM Sanusi mencontohkan kepada masyarakat agar selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir agar terhindari COVID-19.

Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini menandaskan, “Kita  tidak bisa bersembunyi terus. Mau  sampai kapan kita akan kesusahan, ekonomi tidak berjalan. Karena itu kita harus berdamai dengan COVID-19 dengan cara tetap menjalankan protokol kesehatan.”

Sanusi juga memberikan apresiasi kepada masyarakat  karena telah taat dalam menjalani masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya beberapa waktu lalu, sehingga PSBB tidak diperpanjang.

“Untuk menyongsong era baru, physical distancing bukan lagi kewajiban, tapi menjadi kebutuhan setiap warga. Kepala desa, dibantu Babinsa, Babinkamtibmas, serta muspika agar selalu mengingatkan masyarakat yang tidak pakai masker dan  tidak menjalankan protokol kesehatan lainnya. Mari ciptakan budaya malu tidak pakai masker,” bebernya. (ide/mat)