Tingkatkan Jumlah Mahasiswa, Widya Gama Gandeng Alumni

Mantan Rektor UWG, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS, (kiri) dan Rektor Universitas Widyagama (UWG) Malang, Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Rektor Universitas Widyagama (UWG) Malang, Jawa Timur, Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT, akan terus melanjutkan pencapaian dari rektor sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS, karena yang diberikan sudah cukup baik. Bahkan telah berada di posisi 76 dari PTS / PTN di Indonesia.

 

SELAIN ITU, dalam tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mendatang, pihaknya menggandeng dan memodifikasi dengan Ikatan Alumni Widyagama (Ikawiga). Saat ini, Ikawiga telah tersebar di 12 propinsi di Indonesia dan satu  di luar negeri. Semua itu, dilakukan sebagai salah satu cara untuk menggaet dan meningkatkan mahasiswa baru.

“Yang pasti, melanjutkan pencapaian rektor sebelumnya. Apa yang sudah baik akan dilanjutkan. Selain itu, sudah mulai untuk PMB tahun depan. Sebanyak 12 wilayah provinsi Ikawiga digandeng untuk bekerjasama dan dilibatkan. Tentunya untuk meningkatkan mahasiswa baru. Mengingat, salah satu sumber pembiayaan besar adalah dari mahasiswa,” tutur Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT, saat pelantikan Rektor UWG, Selasa (17/12/2019) lalu.

Agus mengaku, pada prodi tertentu,  ada penurunan jumlah mahasiswa. Hal itu bisa dimungkinkan karena akreditasi prodi tersebut. Namun, di sisi lain, ada juga prodi yang meningkat  cukup signifikan. Untuk itu, Agus sudah mempunyai langkah dan kebijakan yang akan diambil.

“Ada prodi yang masih akreditasi C, untuk itu akan diupayakan naik menjadi B. Namun, pada program Diploma, ada perubahan yang luar biasa. Untuk itu, kami bekerjasama dengan Penjaminan Mutu (PJM) Universitas Brawijaya untuk menjadi konsultan prodi, sehingga bisa naik akreditasinya. Mengingat, saat ini menggunakan 9 standar dan online. Kalau dulu 7 standar,” lanjut Agus.

Sementara itu, mantan Rektor UWG, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS, menyatakan, dia sudah dua periode menjadi rektor dan sudah meletakkan sistem, tinggal selanjutnya tugas rektor yang baru. Saat ini faktor eksternal dari kementerian juga hanya mendukung untuk meningkatkan mutu  standart nasional pendidikan.

“Sudah 2 periode, tentu ada suka duka dalam memberikan yang terbaik. Sebagai dosen dan peneliti, saya juga akan kembali menulis. Lebih banyak kepada sosial ekonomi pertanian. Terutama sumbar daya alam melalui ekowisata,” terangnya. (ide/mat)