Timbunan Blotong Timbulkan Banjir, Warga Krebet Senggrong Marah

Sebuah truk sedang membuang blotong di Jalan Krapyak RT 13/RW 03 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Belum lagi reda  protes warga Jalan Krapyak RT 13/RW 03 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur atas penimbunan blotong (limbah tebu dari PG Krebet Baru), kini timbunan blotong tersebut menimbulkan banjir di kawasan tersebut, Rabu (06/06/2018).

 

Sebenarnya warga sudah membuat tulisan pemberitahuan yang dipasang di pohon kelapa agar tidak membuang blotong di Jalan Krapyak RT 13/RW 03 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

PADAHAL, Senin (04/06/2018) lalu, AK (36), perwakilan warga, menyatakan keberatan atas timbunan blotong di bantaran Sungai Talang tersebut. “Kemarin kita melakukan pernyataan sikap keberatan atas pembuangan blotong terebut. Sekarang malah terjadi banjir akibat saluran pembuangan air ke Sungai Talang tersumbat tumpukan blotong,” kata AK, Rabu (06/06/2018).

Protes warga atas pembuangan blotong berawal dari rencana Kepala Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Yuliono yang ingin membangun taman wisata di bantaran Sungai Talang. Tampak pintu gerbang menuju kawasan wisata Sungai Talang.

Penentangan warga berawal dari rencana Kepala Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Yuliono yang ingin membangun sebuah taman wisata di bantaran Sungai Talang.

Untuk meninggikan level dan sebagai media tanam, Yuliono,  bekerjasama dengan PG Krebet Baru, menimbun bantaran Sungai Talang dengan blotong. Aksi Yuliono yang tanpa memberi tahu warga sekitar ini,  justru  ditentang masyarakat, karena tumpukan blotong tersebut menimbulkan bau tidak sedap, berdebu, dan menjadi  sumber lalat.

Alih-alih menambah keindahan bantaran Sungai Talang, tumpukan limbah PG Krebet Baru itu justru menyumbat saluran pembuangan air ke Sungai Talang, sehingga menyebabkan banjir di RT 13/ RW 03 Desa Krebet Senggrong.

Kepada awak media, Kepala Desa Krebet Senggrong, Yuliono mengakui kesalahan teknik yang dilakukannya. “Memang ada kesalahan akibat tertutupnya saluran air, sehingga berakibat terjadinya banjir,” kata Yuliono.

Yuliono mengaku, keinginan membuat taman di bantaran Sungai Talang adalah inisiatifnya sendiri. “Saya ingin di Sungai Talang ini bisa menjadi obyek wisata berbasis air. Sedangkan di bantaran sungainya ada tamannya,” imbuhnya. (diy)