Tim Doktor Mengabdi UB Bina Lingkungan Kampung Payung

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejumlah dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang yang tergabung dalam program Doktor Mengabdi, melakukan pembinaan lingkungan kepada masyarakat di Kampung Payung RT 04/ RW 03, Kelurahan Pandawangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

 

 

Tim Doktor Mengabdi UB diskusi bersama masyarakat Kampung Payung, Malang.

 

KAMPUNG padat penduduk yang semula bercita-cita menjadi kampung wisata payung ini, dalam perkembangannya tidak dapat mengembangkan potensi wisata payungnya. Namun justru menonjol dalam hal kesehatan dan kebersihan lingkungan. “Kesehatan dan kebersihan lingkungannya belum baik, terutama dalam hal pengelolaan maupun kesadaran warganya,” kata perwakilan dari Tim Doktor Mengabdi, Dr. Lusy Asa Akhrani, S.Psi.,MPsi.,T, belum lama ini.

Tim Doktor Mengabdi UB bersama masyarakat Kampung Payung, Malang.

Dalam program ini, para dosen UB ini fokus pada community empowerment. Pendekatan personal maupun komunitas dilakukan untuk membentuk Komunitas Peduli Lingkungan Kampung Payung Kertas.

Menurut Dr. Lusy, hasil assement awal menunjukan, perilaku warga daerah bantaran sungai dapat dikatakan rendah, mengingat masih banyak warga memilih membuang sampah langsung di sungai. Mereka juga ada yang membangun rumah  di DAS (daerah aliran sungai)  Kali Sari, menutup sungai dengan pondasi rumah atau  toko,  sehingga mempersempit sungai.

Di sisi lain, kebersihan yang buruk menyebabkan penyakit demam berdarah intens terjadi di kampung padat penduduk ini. Kondisi diperparah dengan adanya pembuangan limbah berbahaya langsung di aliran sungai. “Ini merupakan indikator  kurangnya kepudulian lingkungan oleh warga di daerah  aliran sungai,” terangnya.

Dr. Lusy Asa Akhrani, S.Psi., MPsi., T, menambahkan, peningkatan kesadaran akan lebih mudah dikerjakan bila kegiatan dimulai, dirancang, dan dikerjakan oleh komunitas yang memiliki masalah sosial. Sejauh ini warga tidak menjadikan kebersihan dan kesehatan sebagai isu penting yang harus mereka ciptakan. “Karena itu sangat penting membentuk empowerment community untuk menyelesaikan masalah sosial yang dihadapi komunitas,” katanya.

Tim Doktor Mengabdi yang terdiri dari Dr. Lusy Asa Akhrani, S.Psi., MPsi., T (ketua), Ika Herani, S.Psi., MSi., Psikolog, Alfrina Hany, S.kp.,MNg (AC), dan beberapa  mahasiswa ini melakukan kunjungan berkala dan mengikuti kegiatan komunitas untuk mendapatkan kepercayaan dan kesepakatan komunitas untuk mencapai target perubahan.

Diskusi rutin dengan warga sekitar yang bersedia bergabung dengan Komunitas Peduli Lingkungan Kampung Payung Kertas pun dilakukan. Agendanya, memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mewujudkan perubahan.

Metode yang digunakan dalam membentuk komunitas peduli lingkungan adalah melakukan pendekatan intervensi sosial yang memanfaatkan action research, yaitu perubahan sosial dilakukan dengan menekankan tiga tahap, meliputi  perencanaan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi.

Menurut Dr. Lusy Asa Akhrani, S.Psi., MPsi., T, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menghasilkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran pengelolaan sampah dan kesehatan masyarakat. Sehingga terjadi perubahan perilaku pola pengelolaan sampah. “Kami mengharapkan, komunitas peduli lingkungan menjadi komunitas yang mandiri dan solid untuk mewujudkan perubahan-perubahan berkelanjutan,” harapnya. (div/mat)