TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Tatik Suwartiatun (baju merah), kuasa hukumnya, Helly SH, dan para saksi yang dihadirkan.

Tiga Mantan Karyawan Sardo Ringankan Tergugat

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tiga orang saksi yang dihadirkan dalam lanjutan sidang sengketa Sardo Swalayan yang berlokasi di Jl. Gajayana, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, meringankan tergugat.

 

Tatik Suwartiatun (baju merah), kuasa hukumnya, Helly SH, dan para saksi yang dihadirkan.

 

KETIGA saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Malang, Selasa (27/04/2021) itu adalah Dewi Widowati (admin/keuangan Sardo), Budiyanto dan Ahmad Riyanto (sopir).

Dalam keterangannya, 3 saksi yang juga mantan karyawan Sardo tersebut menerangkan bahwa yang memiliki Sardo adalah Imron Rosyadi (60), turut tergugat I dan Tatik Suwartiatun (57) tergugat, yang pada saat itu adalah suami istri.

“Hari ini kami menghadirkan 3 orang saksi. Mereka  dulu sama-sama bekerja di Sardo. Jadi saksi fakta. Seperti Bu Dewi,  mulai pertama ia tahu Sardo itu milik Imron dan Tutik. Kepada beliau berdua, Bu Dewi memberikan uang dan laporanya. Dan tidak kepada yang lain,” terang Helly, SH, kuasa hukum Tatik Suwartiantun, selaku tergugat, usai sidang di Pengadilan Negeri Malang, Selasa (27/04/2021).

Helly menambahkan, dari keterangan para saksi yang dihadirkan pihak tergugat itu, sudah sesuai dengan yang semestinya. “Mereka tahu siapa bosnya, siapa pemilik Sardo. Karena mereka setiap hari bekerja di situ. Untuk Bu Dewi mulai dari 0 sampai tahun 2010, Pak Yanto mulai 2000 – 2007, sedangkan Pak Rudi mulai 2006 – 2012. Jadi mereka tahu yang sebenarnya,” lanjutnya.

Sementara itu, M Ramli, selaku kuasa hukum dari penggugat, hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 20.30 WIB, belum memberikan komentar resmi. Padahal  usai sidang dia  akan memberikan tanggapan.

Sidang akan dilanjutkan l dengan tambahan bukti surat dari pihak penggugat.

Kasus ini berawal saat penggugat, Drs. H. Choiri MS (65), warga Perumahan  Kraton Harmoni, Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Tergugatnya, Tatik Suwartiatun (57), warga Griya Shanta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, yang juga mantan istri turut tergugat 1. Sementara turut tergugat I, Imron Rosyadi (60), warga PBI, Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing,  Kota Malang.

Sedangkan turut tergugat II, Fanani, warga Jl D Paniai Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. (aji/mat)