Terapkan Protokol Kesehatan, 150 Anggota PP Halal Bi Halal

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Jelang peringatan hari lahir Pancasila, Senin  (01/06/2020),  Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur,  melakukan silahturahmi dan halal bi halal di Hotel Swiss Bellin, Malang, Minggu (31/05/2020).

 

Para petinggi PP saat melakukan silaturrahmi dengan para kadernya.

 

KARENA masih masa pandemii COVID 19, silaturahmi yang dihadiri sekitar 150 orang ini  dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Semuanya menggunakan masker,  diakukan  pemeriksaan suhu tubuh,  serta menjaga jarak saat acara berlangsung.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Malang H Agus Sunar Dewabrata, SH.

Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Blimbing, Yudi Sinyo mengatakan,  silaturahmi ini sebagai ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan seluruh PAC Pemuda Pancasila Kota Malang. “Kegiatan ini sebagai silahturahmi sekaligus halal bi halal antar PAC Pemuda Pancasila se-kota Malang,” terangnya.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Malang,  H. Agus Sunar Dewabrata, SH. Selain konsolidasi, pihaknya  ingin lebih mempererat lagi persaudaraan di antara keluarga besar PP.

“Yang penting saling memaafkan. Biasakan,  di antara teman-teman kemarin ada yang berbeda pendapat. Untuk itu kita ingin menyamakan persepsi,” lanjut Abah Nanang, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan ini, juga hadir Komandan Men Armed 1,  Kolonel Didik Harmono.  “Beliau hadir karena kedekatan dengan kita, seperti saat penyaluran bantuan sosial  COVID-19 kemarin,” jelasnya.

Agus Sunar Dewabrata menginginkan, PP akan selalu bersinergi dengan TNI-Polri dalam hal apa pun.  “PP ini kan berdirinya dari ABRI, jadi otomatis kalau sekarang lagi musim COVID-19 kami bersinergi dalam penyaluran bansos,” lanjutnya.

Sementara itu, Majelis Pimpinan Organisasi Pemuda Pancasila (MPO PP) Kota Malang, Edy Wahyono mengapresiasi kegiatan positif ini. Ia optimis, ormas ini bisa semakin baik. Keberadaannya bisa dirasakan masyarakat dan anggotanya sendiri.

“Kedepannya,  PP ini harus meninggalkan paradigma lama yang kesannya begitu-begitu saja. Ini harus mulai dipikirkan, seperti bagaimana anggota yang belum ada pekerjaan dan bisa diikutkan pelatihan,” jelasnya. (ide/mat)