Teknologi Informasi Mendahului Idiologi Informasi

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Keberadaan perpustakaan, tidak hanya untuk lokasi bacaan. Namun lebih dari itu, menjadi sember informasi pengetahuan. Bahkan bisa menjadi rujukan dan sumber referensi yang akurat.

 

 

Prof Dr Bambang Supriyono, MS, Dekan Fakuktas Ilmu Administrasi UB serta Johan Budi Sapto Pribowo, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi.

“JADIKAN perpustakaan menjadi sumber informasi yang tepat dan akurat. Namun saat ini, teknologi informasi, malah sudah berjalan lebih cepat, bahkan mendahului idiologi informasi,” tutur Prof Dr Bambang Supriyono, MS, Dekan Fakuktas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, saat pelaksanaan semiloka Tata Kelola Informasi, Konektivitas Lembaga, Keterbukaan Informasi Publik, dan Diseminasi Pengetahuan, di gedung FIA UB (05/09/2018).

Semiloka dihadiri para tokoh akademisi, baik dalam dan luar negeri. Mengingat, teknologi informasi sudah mencakup seluruh dunia.

Hadir juga sebagai pembicara dalam kegiatan tesebut, Johan Budi Sapto Pribowo, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, dengan menyampaikan materi, tata kelola informasi di pusat pemerintahan.

Johan sempat memberikan tanggapan, saat ditanya terkait maraknya hastage #2019GantiPresiden. Menurutnya, sepanjang semuanya diberikan ruang porsi yang sama, boleh saja.

“Mau hasetage #2019GantiPresiden atau 2019TetapJokowi semua diperbolehkan. Semuanya diberikan porsi yang sama. Asalkan tidak melakukan pelanggaran – pelanggaran yang sudah diatur Undang Undang,” katanya.

Ia melanjutkan, jika ada gerakan yang dimungkinkan rawan bentrok, petugas Kepolisian menengahi, tidak ada hubungannya Presiden. Karena hal itu tugas pengamanan untuk menciptakan kondisi yang aman.  (ide)