TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Erwin Yoga Pratama bersama rekannya yang lolos di final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI).

Teknik Sipil UMM Masuk Final Lomba KJI dan KBGI

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, lolos di final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), belum lama ini.

 

Tim Teknik Sipil UMM lolos di final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), belum lama ini.

 

DALAM kompetisi yang sempat vakum selama setahun karena pandemi COVID 19 ini, Tim Teknik Sipil UMM lolos di semua kategori lomba. Hasil lomba baru diumumkan pada Jumat (09/07/2021) lalu.

Wakil Ketua Lembaga Semi Otonom (LSO) Surya Tim, Nova Pradana, menjelaskan,  tahun ini UMM menjadi satu-satunya universitas swasta yang lolos di semua kategori. Perlombaan ini mencakup empat kategori,  meliputi  KJI model rangka baja, KJI model lengkung, KBGI model bangunan gedung kayu, dan KBGI model bangunan gedung baja canai dingin.

Erwin Yoga Pratama bersama rekannya yang lolos di final Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI).

“Untuk lolos sampai ke tahap final, kami telah melakukan enam kali presentasi dari tanggal 15 Mei sampai 19 Juni. Tim kami terdiri dari dua orang di setiap cabang lomba. Sehingga total ada empat tim dan delapan anggota. Saya tentu bersyukur dengan hasil yang diraih. Semua tim kami dapat lolos menjadi pemenangdi perlombaan kali ini,” kata Nova Pradana, Jumat (16/07/2021) seperti dilansir Humas UMM.

Salah satu finalis lomba, Erwin Yoga Pratama,  mengatakan, pada perlombaan ini timnya mengikuti lomba KJI model rangka baja. Inovasi yang diangkat pada kompetisi ini adalah konfigurasi atau bentuk rangka jembatan yang lebih kokoh. “Jembatan ini kami rancang agar bentuk rangkanya dapat mengurangi lendutan pada jembatan. Ketika rangka jembatan dapat mengurangi lendutan maka jembatan akan menjadi lebih kokoh dari jembatan pada umumnya,” katanya.

Mahasiswa Teknik Sipil  ini tidak menyangka lolos menjadi finalis. Pasalnya jadwal pelaksanaan lomba lebih awal dibanding perkiraannya. Awalnya,  Erwin merasa ragu untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun berkat banyak bantuan dari teman-teman dan senior di LSO, akhirnya ia dapat melakukan persiapan dengan baik dan tertata. “Ini baru  permulaan untuk memperebutkan juara di lomba KJI dan KBGI 2021,” katanya.

Pada  final nanti, timnya telah  mempersiapkan fabrikasi baja dan latihan perakitan. Berbagai latihan dilakukan agar sesuai dengan metode pelaksanaan yang sudah direncanakan. Di samping itu juga agar bisa sesuai dengan durasi pengerjaan yang direncanakan. “Kami berharap dapat membanggakan kampus dan membawa kemenangan untuk universitas,” harapnya.  (div/mat)