Tekan Harga, Disperindag Gelar Operasi Pasar, Gelontor 365 Ton Gula Pasir

Petugas Disperindag Kabupaten Malang, Jawa Timur, melayani masyarakat yang membeli gula pasir.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Di tengah mahalnya harga gula pasir yang di pasaran menembus harga Rp 19.000/kg, Pemerintah Kabupaten Malang —dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)— bekerjasama dengan PG Kebon Agung, PG Krebet Baru, dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), membuat terobosan dengan menggelar operasi pasar khusus gula pasir. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 365 ton gula pasir dijual di wilayah Kabupaten Malang dengan harga hanya Rp 12.000/kg. Operasi pasar sudah dimulai Senin (06/04/2020) hingga Kamis (16/04/2020) mendatang.

 

KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, Msi, menjelaskan, operasi gula pasir ini dilaksanakan untuk menekan kenaikan harga gula yang semakin tinggi di pasaran di Kabupaten Malang. “Harganya sekarang sekitar Rp 18.000 hingga Rp 19.000/kg. Dalam  operasi ini, gula hanya dijual dengan harga Rp 12.000/kg. Setiap pembeli dibatasi maksimal 2 kg,” katanya, Senin (06/04/2020) siang.

Dr. Agung Purwanto, MSi.

Agung juga menjelaskan,  kegiatan ini didukung banyak pihak. Di antaranya, PG Kebon Agung (Pakisaji) yang menyediakan gula sebanyak 40 ton, PG Krebet Baru (Bululawang) menyediakan 5 ton, dan APTRI menyediakan gula paling banyak, 320 ton. “Sebelum operai pasar digelar, kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak, seperti dengan Polres, Kodim 0818, OPD terkait, APTRI dan kedua PG tersebut,” katanya.

Petugas melayani pak tua yang membeli gula dalam operasi pasar gula di Kepanjen.

Rapat koordinasi ini dilakukan terkait dengan mewabahnya Virus Corona (COVID 19), namun di sisi lain harga gula naik, sehingga perlu dilakukan operasi pasar. “Jadi, perlu ada teknis pelaksanaan operasi agar masyarakat tidak bergerombol. Alhamdulillah, saat pelaksanaan operasi pasar gula yang diawali di KUD Kepanjen, berjalan baik dan lancar. Tidak ada kerumunan massa, karena pembeli menggunakan kupon dan digilir,” terangnya.

Kepala Bidang Perdagangan pada kantor Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal, Polisi, dan perwakilan pabrik gula mengawasi operasi pasar gula di KUD Kepanjen.

Rencananya, operasi pasar khusus gula pasir ini akan dilaksanakan di beberapa  titik di wilayah Kecamatan Kepanjen. Di antaranya, Kelurahan Kepanjen, Cepokomulyo, Ardirejo, Penarukan, Desa Curungrejo, Sukoraharjo, Kedungpedaringan, Tegalsari, Sengguruh, Kemiri, Jenggolo, Mangunrejo, Talangagung, Dilem, Ngadilangkung, Mojosari, dan Desa Jatirejoyoso.

Dari hasil pantauan wartawan media ini di lokasi operasi pasar gula di KUD Kepanjen, Senin (06/04/2020) pagi, operasi berjalan lancar. Sejumlah petugas dari kepolisian ikut membantu mengamankan kegiatan. Kepala Bidang Perdagangan pada kantor Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal serta beberapa stafnya, juga ikut mengawasi kegiatan ini mulai awal hingga akhir.  (mat)