Takut Bermasalah, Dinas Perdagangan  Paparkan Proyek Pasar di Hadapan Jaksa

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tak ingin terjadi kesalahan dalam pelaksanaan proyek pembangunan pasar, Dinas Perdagangan Kota Malang, Jawa Timur, memaparkan program kerja pembangunan pasar di hadapan Kejaksaan Negeri Malang, Selasa (04/09/2018).

 

 

Kasi Intel Kejaksaan, Reza Prasetyo, SH.

PEMAPARAN itu meliputi penyerapan anggaran, pencapaian pekerjaan pembangunan, termasuk spesifikasi dan durasi waktu pembangunan pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang, Wahyu Setiono.

Kepala Dinas Perdagangan, Wahyu Setiono menjelaskan, langkah yang ia ambil sebagai antisipasi agar tidak ada kesalahan prosedur. Mengingat, telah dibentuk Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Sebagai antisipasi kesalahan, kami sampaikan pemaparan dalam proyek pengerjaan pasar, terutama proyek Pasar Bunul, Klojen dan  Gadang. Dari pemaparan itu, nantinya akan ada pendampingan dari Kejaksaan sehingga proyek bisa berjalan normal, tepat waktu, dan  tepat mutu,” tuturnya.

Ia melanjutkan, saat ini Dinas Perdagangan sedang melakukan revitalisasi di beberapa pasar di Kota Malang. Sehingga, serapan anggaran diharapkan bisa berjalan sebagaimana peruntukannya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Malang, Reza Prasetyo, SH, membenarkan adanya Dinas Kota Malang yang melakukan pemaparan proyek yang ada di bawah naungannya.

“Ada dua dinas yang melakukan pemaparan.  Disperkim dan Dinas Perdagangan. Itu terkait dengan proyek Pasar Gadang, Klojen dan Bunul. Selanjutnya, kami akan menunggu dokumen dari dinas terkait. Selanjutnya tim nanti akan memberikan nota pendapat. Apakakah proyek tersebut bisa dilakukan pengawalan atau tidak,” tuturnya.

Pengawalan itu sendiri, kata Reza adalah apabila dinas terkait menemui keragu-raguan tentang penyerapan anggaran. Sehingga, mengajukan pemaparan agar dilakukan pengawalan dan pengawasan. “TP4D adalah untuk proyek strategis nasional dan proyek pendukung strategis nasional,” katanya. (ide)