Tak Ada Hubungan Lagi, Hakim Putuskan Kembalikan Aset Rumah

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Perseteruan antara Lilik S S.E (48),  warga Jl Candisari, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur  dengan Sagit Kusnobianto (72),  pengusaha ban,  warga Jl Anjarmoro, Kota Malang, terkait hubungan tanpa status pernikahan sah selama 13 tahun, sudah diputus Pengadilan Negeri (PN)  Malang, Kamis (23/07/2020) silam.

 

Tim kuasa hukum Sagit Kusnobianto.

 

LILIK diputus 2 tahun 6 bulan penjara. Namun dalam putusan itu, terpidana tidak menjalani hukuman di panjara, melainkan sebagai tahanan kota. Ia.diputus atas dakwaan Pasal 263 Ayat 2 KUHP dan  Pasal 266 Ayat 1 KUHP, terkait pengggunaan buku nikah palsu untuk mengurus akta kelahitan anak. Dan saat ini masih tingkat banding.

Selain kasus pidana yang masih banding itu, juga ada gugatan perdata No 34.  Sagit menggugat Lilik agar mengembalikan 3 aset rumah yang dipakai tempat  kos. Rumah itu ada di Jl Candi Mendut Barat A 38, Jl Candi Mendut C11,  dan Jl Candisari Utara 103, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Gugatan perdata ini telah putus di PN Malang,  Selasa (13/10/2020). Majelis Hakim PN Malang memutus  agar  rumah di Jl. Candisari Utara No. 103 dan Jl Candi Mendut No. C 11 dikembalikan  kepada Sagit Kusnobianto.

Enik Widjaya, SH, Kuasa Hukum Sagit Kusnobianto menerangkan, gugatan berawal ketika  diketahui tidak ada hubungan pernikahan sah antara Sagit dan Lilik. “Gugatan ini karena ternyata Lilik memiliki aset yang dibelikan Pak Sagit, saat masih berjalannya hubungan tanpa pernikahan. Saat itu, Bu Lilik meminta untuk dibuatkan sejumlah usaha kos-kosan. Hasilnya dibagi dua. Pak Sagit memenuhinya. Tapi ternyata tidak ada pembagian hasil,” terang Enik.

Ditambahkan Achnis Marta, SH, yang juga Kuasa Hukum Sagit,  awalnya tahun 2006,  rumah di Jl Candi Mendut Barat A38, kemudian dibuat kos-kosan. “Tahun 2010, munculah anak yang sampai saat ini belum ada tes DNA. Maka munculah permintaan rumah di Jl Candi Sari Utara No 103 dibeli tahun 2013. Selanjutnya Candi Mendut C 11.  Jadi ada 3 aset 4 sertifikat. Tahun 2018, Pak Sagit sudah tidak ada hubungan lagi dan meminta asetnya dikembalikan,” terang Achnis.

Untuk aset di Jl. Candi Mendut Barat A38, pihaknya akan tetap meminta aset itu.  Achnis Marta, SH, terus mengejarnya dengan mencari notarisnya.

Sementara itu, Fransiskus Xaverius, SH, Kuasa Hukum Lilik mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya hukum terkait putusan perdata ini. “Kami akan melakukan upaya hukum. Tapi akan koordinasi dengan Pak Ganesi selaku  ketua tim. Juga koordinasi dengan prinsipal. Pertimbangan hakim tentang bukti surat dan keterangan para penggugat. Sedangkan pihak klien kami tergugat dan turut tergugat hampir tidak dipertimbangkan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lilik S S.E (48),  warga Jl Candisari, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu (13/5/2020) menjalani sidang pidana di PN Malang. Ia menjadi terdakwa dan berstatus tahanan kota atas dakwaan  Pasal 263 Ayat 2 KUHP dan  Pasal 266 Ayat 1 KUHP.

Lilik mengatakan, surat nikah itu yang memberikan  Sagit Kusnobianto yang kemudian  digunakan mengurus akte kelahiran anaknya.

Achnis Marta, SH,  yang juga kuasa hukum Rosiana Purnomo, istri syah  Sagit Kusnobianto, mengatakan, “Surat nikah itu tidak tercatat di KUA Wonokromo. Pak Sagit bukan pembuat surat nikah itu. Namun dirinya pernah diminta tanda tangan di kertas kosong.” (aji/mat)