Sutiaji Imbau Semua RW di Kota Malang Contoh RW 23

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Walikota Malang, Provinsi Jawa Timur  terpilih, Drs. Sutiaji mengimbau semua RW (Rukun Warga) di Kota Malang, mencontoh RW 23 (Glintung Go Green) Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.

 

 

Walikota Malang terpilih, Sutiaji menerima peserta Kirab Piala Kalpataru di Balai Kota Malang.

MENGINGAT,  RW 23  —- melalui Ketua RW 23, Ir. Bambang Irianto—- sudah berhasil membina warganya dalam mengelola lingkungan. Bahkan pembinaan itu telah mendapatkan beragam penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kampung Glintung Go Green telah banyak dikunjungi para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu tujuannya, untuk belajar bagaimana wilayahnya bisa menjadi seperti 3G. Kalau yang jauh saja mau belajar ke sana, harusnya RW – RW di sekitarnya, melakukan hal yang sama. Untuk kebaikan, kan boleh meniru,” tutur Sutiaji saat menerima Kirab Piala Kalpataru di Balaikota Malang, Senin (03/09/2018).

Walikota Malang terpilih, Sutiaji bersama Ketua RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Bambang Irianto yang berhasil meraih Piala Kalpataru di Balai Kota Malang.

Ia menambahkan, kampung 3G tidak hanya mengenalkan Kota Malang kepada daerah lain, namun sudah menyampaikan pesan kepada dunia. Hal ini sudah dibuktikan dengan diraihnya berbagai penghargaan baik dalam maupun luar negeri.

Menurut Sutiaji, selain mendatangkan income pada kawasan dimaksud, lingkungan yang nyaman tentu sama – sama diharapkan semua pihak. Ia menyebut, sampah masih menjadi musuh bersama yang harus dicarikan solusinya.

“Sampah adalah musuh. Namun dengan pengelolaan yang baik, sampah  bisa menjadi potensi dan aset. Khusus untuk sampah jenis plastik, memang harus diminimalisir, karena itu sulit terurai. Kami mengajak para Aparat Sipil Negara (ASN) untuk mengurangi sampah plastik, diawali dengan air minum tidak dengan plastik,” lanjutnya.

Lebih lanjut Sutiaji mengharapkan, kantong plastik berbayar bisa benar – benar diterapkan. Untuk itu, bisa disikapi dengan penyediaan tas sendiri, kepada para warga yang berbelanja. Dengan demikian, paling tidak bisa mengurangi satu jenis sampah dari plastik.  (ide)