Sukses Lahirkan Star Up, Polinema Kebanjiran Peserta DTS

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sukses dalam program Digital Talent Scholarship (DTS) 2019, Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jawa Timur, bertekad memberikan yang lebih baik lagi tahun 2020. Bahkan, DTS akan diikuti 1.000 lebih peserta, sehingga  bisa menghasilkan start up dan enterpreneur yang semakin banyak.

 

Wakil Direktur IV Politekhnik Negeri Malang, Luchis Rubianto, Ketua Jurusan Tekhnologi Informasi Polinema, Rudy Arianto, ST, M.Cs, urusan dari Kominfo serta para pelaksana.

 

WAKIL DIREKTUR IV Politekhnik Negeri Malang, Luchis Rubianto menjelaskan, animo siswa mengikuti program DTS sangat tinggi. Ini terlihat dari jumlah peserta yang cukup banyak. Karena itu, dilakukan seleksi kepada para calon peserta. Bahkan, dari jumlah peserta, terbilang luar biasa karena bisa melebihi yang ditargetkan.

“Tahun ini, kita telah selesai melaksanakan program DTS. Telah menghasilkan para enterpreneur muda yang berbakat dan kreatif. Ini hasil kerjasama jurusan Teknologi Informasi dengan Kominfo. Di tahun depan, kami ditarget untuk lebih banyak lagi peserta yang mengikuti program ini,” tuturnya saat penutupan program DTS tahun 2019 di Polinema, Minggu (17/11/2019).

Menurut Luchis Rubianto, dalam pelaksanaan DTS tersebut,  hanya terkendala waktu dan tempat pelaksaan program. Namun menurutnya, sudah diperoleh solusi, yakni dilakukan di hari libur. Selain itu, dilakukan dengan beberapa tahap.

“Kalau untuk  tahap II, kendalanya adalah ruangan. Karena para mahasiwa sudah masuk kuliah. Karenanya dilakukan di hari Sabtu dan Minggu. Alhamdulillah, animo peserta cukup tinggi. Tahun depan, kita ditarget 2 kali lipat peserta dibanding tahun ini,” lanjut Luchis.

Lebih lanjut Luchis menjelaskan, beberapa bidang keahlian yang dilakukan di DTS, terkait dengan IT. Selain itu, juga masalah cyber scurity, desain grafis,  dan beberapa lainnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Tekhnologi Informasi Polinema, Rudy Arianto, ST, M.Cs menjejaskan, dari program DTS sudah melahirkan 7 start up. Mereka ada di bidang E-comers, kesehatan,  dan beberapa bidang lainnya.

“Untuk tahun depan, tentu lebih banyak melahirkan start up yang lebih banyak lagi, sebagaimana yang ditargetkan. Karena itu, kami selalu berkoordinasi dengan  sekolah SMK, untuk mengikutsertakan siswanya dalam program ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, di tahun 2019, DTS tahap pertama, dari 314 lolos seleksi, bisa lulus tersertifikasi sebanyak 173 atau 83%. Sementara di tahap ke dua, dari 477 peserta yang lolos, sebanyak 267 lulus atau sekitar 68%.

Di tahun 2020, ditergetkan peserta berjumlah 1.000 lebih. Peserta dari siswa SMK sambil menunggu wisuda, para mahasiwa D3/D4, serta para siswa SMK yang baru diwisuda. Direncanakan, pelaksanaan dilakukan 3 tahap, sejak bulan Maret – Oktober 2020. (ide/mat)