Sosialisasi Pemilu Damai, Kemendagri Gelar Wayang Kulit di Kepanjen

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menggelar wayang kulit semalam suntuk di halaman Pendopo Kabupaten Malang, di Kepanjen, Jumat (14/12/2018) malam. Acara yang dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo ini untuk sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

 

Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo menyerahkan piagam kepada Wakil Bupati Malang, HM, Sanusi.

 

 

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

SOSIALISASI tersebut sengaja dikemas dalam pertunjukkan budaya sekaligus bentuk  menjaga agar tidak sampai punah. Sebelumnya, awal  Desember lalu, Kemendagri juga menggelar pertunjukkan yang sama di Provinsi Daerah Istimiewa Jogjakarta dengan membawa tema Sengkuni Gugur di Pendopo Agung Jogjakarta.

Pada Jumat malam, Kabupaten Malang mendapat kesempatan, dengan lakon Gathutkaca Winisudha oleh Ki Dalang Seno Nugroho dan bintang tamu Kirun.

”Saat ini bangsa Indonesia sedang berada dalam musim konsolidasi politik. Setelah sukses menggelar tiga kali pilkada secara serentak,  kita berharap kesuksesan berlanjut pada Pemilu Presiden, Wakil Presiden, dan anggota Legislatif pada April mendatang. Demikian juga di Jawa Timur yang tercatat sukses menggelar pilkada serentak kemarin,” terang Tjahyo Kumolo.

Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo menyerahkan wayang kepada dalang.

Mendagri pun mengajak seluruh elemen  mensukseskan Pemilu serentak mendatang dan ikut memilih sosok pemimpin negeri ini dan wakil rakyat yang amanah serta mampu menggerakan dan mengkoordinir masyarakat menuju Indonesia yang sejahtera. Ia juga mengajak seluruhnya mendukung KPU dan Panwaslu dalam menyelenggarakan pemilu dengan ikut tingkatkan partisipasi pada pemilu.

”Mari lawan racun demokrasi dalam pemilu tahun mendatang,  di antaranya i keberadaan politik uang serta kampanye yang mengumbar berita bohong, fitnah, memecah belah kesatuan dan memainkan unsur SARA. Mari bersama dukung kegiatan kampanye yang bersih dengan beradu program, konsep dan gagasan pada Pemilu Presiden dan Legislatif. Hal ini demi mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang toto tentrem, kerto raharjo, gemah ripah loh jinawi,” harap Mendagri.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menyampaikan terima kasih kepada Mendagri dan Kemendagri yang memilih Jatim sebagai salah satu dari program sosialisasi Pemilu tahun 2019 melalui pertunjukkan wayang kulit. Pertunjukkan ini bagian dari uri-uri budaya dan memiliki banyak pesan moral yang disampaikan dalam alur cerita pewayangan dengan lakon yang dibawakan. Ia menilai, lakon Gathutkaca Winisuda selurus dengan kondisi bangsa Indonesia jelang bersiap diri menyambut Pemilu tahun 2019 mendatang.

”Budaya seperti air jenih yang membasuh nilai-nilai kotor dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dalam kisah pewayangan ini tidak hanya memberikan sebuah tontonan melainkan juga tuntunan bagi yang melihat dan mengikutinya. Pak dalang ini dalang wayang bukan dalang kerusuhan. Terima kasih Pak Mendagri, masyarakat di Malang raya tidak hanya haus hiburan namun haus tetesan jernih nilai-nilai budaya,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim dalam sambutannya.

Terpisah, Wakil Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM dalam sambutan, mengaku atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, menyampaikan selamat datang kepada Mendagri dan Gubernur Jatim beserta rombongan di wilayah Kabupaten Malang. Terima kasih telah berkenan hadir dan menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan jajaran aparatur Pemerintah beserta masyarakat Kabupaten Malang. Kesempatan seperti ini, kata Wabup, tentu merupakan momentum yang berharga bagi Pemkab Malang dan masyarakat yang ada di daerah.

”Semoga kehadiran Bapak Menteri, dapat memacu semangat kami yang ada di daerah untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara. Serta, Kemendagri berkenan memberikan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Malang dengan menggelar pertunjukkan Wayang Kulit yang merupakan sebuah hal sangat positif, tidak hanya media hiburan semata, tetapi dapat mendorong upaya pelestarian kebudayaan asli Indonesia. Semoga kegiatan ini semakin menggugah semangat insan kebudayaan serta segenap komponen untuk terus bersinergi menjaga budaya asli nusantara menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” terang Sanusi.   (iko)