TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Para siswa SMATAG menyiapkan kerupuk lele.

Siswa SMATAG Sukses Budidaya Lele

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Siswa Sekolah Menengah Atas 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, sukses membudidayakan ikan lele. Di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, usaha yang dilakukan di sekolah ini meraup untung.

 

Para siswa SMATAG menyiapkan kerupuk lele.

 

TIDAK HANYA dijual dalam bentuk ikan segar kepada  pedagang, para siswa  juga menjual ikan lele dalam bentuk makanan ringan berbahan olahan ikan lele. Makanan ringan olahan dari ikan lele ini berupa kerupuk. Pembuatan kerupuk lele ini dilakukan di sekolah dengan memanfaatka ruang OSIS yang disulap menjadi dapur produksi..

Selain mendatangkan untung, usaha budidaya ikan lele yang sudah berlangsung selama 6 bulan ini juga diharapkan mampu menghilangkan kejenuhan belajar di rumah akibat adanya pandemi COVID-19.  “Selain menghasilkan keuntungan, usaha budidaya ikan lele ini juga untuk menghilangkan kejenuhan belajar di rumah,” kata salah seorang pelajar, Vika Ramadhina, Rabu (21/04/2021).

Budidaya ikan lele ini juga diharapkan mampu membuat para siswa memiliki jiwa usaha yang nantinya dapat bermanfaat setelah lulus sekolah. “Kita ingin mendidik siswa-siswa kita menjadi seorang entreprenur. Itu salah satu tujuan kita. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini juga untuk menghilangkan kejenuhan selama belajar di rumah,” ungkap Kepala SMATAG Surabaya, Prehantoro.

Menariknya, budidaya ikan lele ini memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai,  seperti tandon air bekas berukuran 2 X 2 meter, pipa paralon,  serta memanfaatkan lahan sempit di area parkir sepeda motor sekolah. Lebih dari 1.500 ekor ikan lele dibudidayakan sejak  proses pembibitan hingga ikan lele siap panen.

Setiap 1,5 bulan para siswa ini memanen ikan-ikan lele dengan hasil 150 Kg sekali panen. Sementara untuk membuat makanan ringan olahan yakni kerupuk lele,  ikan lele yang sudah dipanen diambil dagingnya dan dicampuri tepung tapioka serta bumbu sebelum kemudian dikukus selama 45 menit. Usai dikukus, proses dilanjutkan dengan didinginkan selama 12 jam. Setelah didinginkan dan dipotong kecil-kecil menjadi kerupuk mentah. Kemudian dijemur selama sehari.

Harga kerupuk  ikan lele cukup murah. Hanya Rp 25.000 per bungkus. Sedangkan ikan lele segar dijual dengan harga Rp 10.000 per kilogram. Sedangkan untuk kerupuk matang atau siap makan dijual dengan harga Rp 5000 per bungkus. (ang/mat)