Sisik Bandeng Jadi Baterai

Mahasiswa UB, Mohammad Khaufillah bersama tim serta hasil temuannya. (ist)

KRISIS ENERGI yang menjadi masalah utama dunia, menyulut semangat tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK – UB) untuk membuat sumber energi terbarukan. Energi ini berasal dari baterai yang berbahan dasar sisik ikan bandeng. Namanya, Smart B-Cline.
Tiga mahasiswa UB tersebut, Mohammad Khaufillah jurusan Sistem Informasi angkatan 2016, Aizzatur Rohmah jurusan FPIK angkatan tahun 2015 dan Intan Wahyu Cahyani angkatan tahun 2015.
“Sampai saat ini, sudah dicoba satu baterai yang membutuhkan sisik dari satu ikan bandeng. Dengan ukuran sedang dan dapat digunakan untuk menyalakan satu lampu LED. Dalam jumlah besar, tentunya akan bisa menjadi salah satu sumber energi terbarukan,” tutur Khaufillah, salah satu anggota tim, belum lama ini.
Menurutnya, baterai yang beredar di pasaran, mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan. Bahan kimia tersebut seperti merkuri, mangan, timbal, cadmium, nikel dan lithium.
“Karena itu, diperlukan adanya sumber energi baru yang aman untuk lingkungan dan dapat terbarukan. Smart B-Cline menjadi solusi atas permasalahan tersebut, karena terbuat dari bahan yang ramah lingkungan, yakni sisik ikan bandeng dan human urine (air kencing manusia),” terang Khauli-fah.
Lebih lanjut, mahasiswa jurusan Sistem Informasi tahun 2016 ini menuturkan, sisik ikan bandeng mengandung zat kitin yang dapat diubah menjadi sumber listrik. Sementara itu, urine terdiri atas 95% air dan sisanya adalah zat terlarut yang salah satunya adalah elektrolit. Ion elektrolit yang memungkinkan reaksi kimia, memicu sumber listrik jika dicampurkan sisik ikan bandeng.
“Saat ini masih kami kembangkan packaging-nya agar bisa menghasilkan daya sama dengan baterai pada umumnya, 1,5 Volt,” lanjutnya.
Hasil temuan Smart B-Cline, telah mengan-tarkan Khaufillah dan rekan satu timnya, memperoleh penghargaan silver medal pada kompetisi International Penang Invention, Inno-vation and Research Design Platform (PIID 2017). Kompetisi ilmiah ini diselenggarakan Universiti Teknologi Mara, Malaysia pada tanggal 20 hingga 24 April 2017 lalu.*