Sisihkan Petahana, Prof. Dr. Nuhfil Hanani Pimpin Universitas Brawijaya

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Rektor Universitas Brawijaya (UB) yang baru terpilih, periode 2018 – 2022, Prof. Dr. Nuhfil Hanani, berupaya memperbaiki kualitas, standar, dan akreditasi program studi. Ini sesuai dengan visi UB, sebagai kampus yang diperhitungkan dikancah internasional.

 

Rektor Universitas Brawijaya (UB) terpilih periode 2018 – 2022, Prof Dr Nuhfil Hanani (tengah) bersama Prof Moch Bisri dan salah satu kontestan Dr. Ir. Osfar Sjofjan.

“Sertifikasi kampus hingga fasilitasnya, harus berstandar internasional. Detailnya, akan kami rapatkan. Yang terpenting cepat rapat,” tuturnya usai memenangi suara saat pemilih Rektor UB di Gedung Widyaloka, Rabu (23/05/2018).

Menurutnya, program-program yang sudah ada pada saat rektor sebelumya, juga akan diteruskan. Ia mengakui tidak mempunyai program khusus, karena semua sudah ada di Senat. “Tinggal dipercepat saja pelaksanaannya,” lanjutnya.

Nuhfil menjelaskan, saat ini yang perlu dibenahi adalah kelemahanan di bidang riset, publikasi dan sumber daya manusia. Kalau perlu ada program khusus untuk mempercepatnya.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) terpilih periode 2018 – 2022, Prof Dr Nuhfil Hanani memberikan keterangan.

Sebelumnya, dalam proses pemilihan yang dilakukan secara tertutup, Dekan Fakultas Pertanian ini berhasil mengantongi 159 suara. Sedangkan rektor petahana, M. Bisri meraih 93 suara. Sementara Dr. Ir. Osfar Sjofjan mengantongi 4 suara. Dari total 257 suara, satu suara dinyatakan tidak sah.

Sementara itu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristek Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, Ph.D. menyatakan, dia merasa senang karena proses pemilihan rektor bisa berlangsung tertib dan lancar. Dia berharap, UB bisa menjadi lebih baik lagi dengan pimpinan yang baru.

“UB kampus yang baik sekali dengan reputasi yang luar biasa. Saya berharap UB bisa lebih baik lagi dengan pimpinan baru,” tuturnya. (ide)