TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Wisatawan HWP menikmati sensasi gelombang sunami

Serunya Gelombang Sunami di Tengah Kota

Dunia pariwisata di Malang semakin berkembang. Dari waktu ke waktu, bermunculan wahana baru. Awal Juli 2015 lalu, muncul wahana baru lagi. Namanya: Hawai Water Park (HWP) yang terletak di Kompleks Perumahan Graha Kencana, Jl. Raya Karanglo, Malang. Persis di depan Karoseri Adi Putro. Wisata baru ini khusus menyuguhkan permainan air. Andalannya adalah gelombang sunami.

 

Hawai Water Park, gelombang sunami malang.
Wisatawan HWP menikmati sensasi gelombang sunami.

SEJATINYA, di Malang Raya, sudah ada beberapa lokasi wisata yang bernuansa air. Ada Sengkaling di Dau, Kabupaten Malang. Ada Taman Wisata Air Wendit di Pakis, Kabupaten Malang. Bahkan di Kota Wisata Batu, juga banyak permainan bernuansa air. “Tapi kami beda dengan yang lain,” kata Iwan Kurniawan, pemilik HWP ditemui di HWP, Senin (17/08/2015) lalu.

“Di sini, kami membuat laut buatan di tengah kota yang ada sunaminya. Dan, ini adalah satu-satunya di Indonesia, ada laut buatan di tengah kota yang bisa mendatangkan gelombang sunami. Ketinggiannya, kalau kami mau, bisa mencapai 6 meter. Jadi HWP ini beda sekali dengan tempat wisata air lainnya. Kalau yang lain kan kolam dikasih mainan. Kalau HWP benar-benar permainan air,” kata Iwan Kurniawan.

Di HWP, pengelola sengaja membangun sebuah kolam raksasa. Kolam yang dicat dengan warna hijau ini diisi air dengan jumlah yang sangat banyak. Setelah diolah sedemikian rupa, lalu air tersebut dilepas sehingga menimbulkan gelombang sunami yang maha dahsyat. Karena begitu besarnya hempasan gelombang, membuat pengunjung yang berada di kolam pun terpental, layaknya diterjang gelombang sunami.

HWP memang khusus didesain menjadi taman wisata air yang untuk sementara ini dilengkapi 10 wahana. Di antaranya, Water Plaza, Waikiki Beach, Waimea Stream River, Mavi Island, Rainbow Fall, Akaolu Pool, Ekolu Slide, Hula-Hula Slide, Hawai Water House, dan Wailele Slide. Pengelola juga menyediakan mushola, P3K, tempat bilas, persewaan ban, kursi untuk bersantai, ATM, loker, toilet, toko, food court, gazebo, dan lahan parkir yang luasnya mencapai 2 ha.

Tiket masuk pun tidak terlalu mahal, hanya Rp 75.000 per orang. Menurut Iwan Kurniawan, harga tiket ini sangat kompetitif. Sebab, di Bali tiketnya mencapai Rp 300 ribu per orang. Di Ancol sekitar Rp 200 ribu per orang. Bahkan ada satu kolam renang di Malang yang tiketnya mencapai Rp 60.000 per orang. “Ini hanya kolam renang saja. Padahal di HWP pengunjung bisa menikmati 10 wahana lainnya dengan sensasi gelombang sunami,” jelasnya. Makanya, meski baru sebulan dibuka, jumlah kunjungan sudah cukup banyak, rata-rata 1500 orang per hari.

Lalu, berapa nilai investasi yang ditanam? “Ini bisnis bukan untuk mencari untung. Sebagai warga Malang, kita punya tanggung jawab moral untuk mengembangkan pariwisata di Malang guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Selain itu juga untuk memecah keramaian dan arus lalulintas. Selama ini, wisatawan terkonsentrasi di Batu. Dengan adanya HWP bisa mengurai keramaian dan kemacetan,” jawabnya.

Karena itu Iwan pun berharap Pemerintah Daerah memberi support dunia pariwisata dengan cara memberikan kemudahan-kemudahan. Sebab, selain bisa membantu peningkatan PAD, juga dapat menyerap tenaga kerja. Contohnya di HWP, mampu menyerap sekitar 500 tenaga kerja.*