Serem! Tanah Milik Warga Dononulyo Ambles 5 Meter

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Diduga akibat erosi dalam tanah, tanah milik Pujiati (41), warga Dusun Karangrejo, Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ambles sedalam lima meter.

 

 

Lubang menganga lebar akibat tanah ambles di Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MENURUT personil TRC (Tim Reaksi Cepat) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten  Malang, Sarianto, kejadian amblesnya tanah milik Pujiati sudah terjadi beberapa hari lalu, namun baru dilaporkan Kamis (04/04/2019). “Baru tadi kami menerima laporan. Bersama relawan dari PMI Kabupaten Malang kami segera ke lokasi. Menurut warga ini adalah kejadian yang keenam kalinya,”terang Sarianto.

Lokasi amblesnya tanah,  menurut Sarianto,  terletak jauh dari pemukiman warga. “Lokasinya di ladang, jaraknya jauh dari pemukiman warga. Informasi dari Pak Kades, daerah amblesnya tanah dengan kedalam lima meter dan diameter 3,8 meter, dulunya adalah aliran sungai, sekarang pun masih ada mata airnya, dan masih digunakan oleh warga,”paparnya.

Petugas BPBD Kabupaten Malang mengukur lebar tanah yang ambles di Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menanggapi seringnya tanah ambles di Desa Purworejo, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Karangkates, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Musripan, menerangkan, masyarakat tidak perlu panik dengan kejadian tersebut. “Kejadiannya tanggal 27 Maret kan? Menurut catatan kami, pada tanggal tersebut tidak terjadi gempa besar. Jadi amblesnya tanah tersebut bukan dikarenakan gempa,”terangnya.

Lebih lanjut Musripan menyampaikan, jika amblesnya tanah didahului dengan gempa besar, maka hal itu harus diwaspadi. “Karena jika seperti itu, besar kemungkinan amblesnya tanah karena ada patahan di dalamnya. Jika ini terjadi di kawasan pemukiman, tentu berbahaya. Namun jika melihat kejadian di Desa Purworejo, Donomulyo, lokasinya jauh dari pemukiman warga, dan tidak ada gempa yang mendahului, saya rasa masih aman. Masyarakat tidak perlu resah, hanya perlu berhati-hati, karena amblesnya tanah kan cukup dalam,” jelas Kasgeof Kelas III Karangkates.

Penyebab amblesnya tanah di Purworejo, menurut Musripan, dikarenakan adanya gerusan atau erosi air di bawah permukaan tanah. “Jika dahulunya memang aliran sungai, dugaannya ambles tersebut karena struktur tanah di bawah permukaan mengalami erosi, apalagi sebelumnya curah hujan cukup tinggi, sehinga resapan air tanah juga tinggi, hal ini berpengaruh pada kekuatan struktur tanah. Tapi sekali lagi, saya rasa masih batas aman. Namun untuk memastikannya perlu ada penelitian lebih lanjut,” pungkasnya.(diy)