Serangan Jantung, Penyebab Utama Jamaah Haji Meninggal Dunia

MAKKAH, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Serangan jantung menjadi penyebab utama meninggalnya jamaah haji di Makkah. Selain itu, karena terlalu memaksakan diri beribadah sehingga capek, juga menjadi penyebab lain jamaah meninggal dunia. 

 

Makam Baqi di Madinah menjadi salah satu lokasi pemakaman jamaah haji di Tanah Suci. (ist)

 

MENURUT catatan Kepala Sektor 5, Drs. H. Abdul Haris, M.PdI, MHi yang mengawasi sekitar 24.244 orang jamaah haji asal Jawa Timur, sejak tiba di Madinah hingga di Makkah Selasa (20/08/2019), jumlah jamaah haji di Sektor 5 yang meninggal dunia sebanyak 24 orang.

Ketua Sektor 5, Drs. H. Abdul Haris, M.Pd.I, M.Hi.

“Dari 24 orang yang wafat tersebut, satu orang wafat di Madinah. Sisanya di Makkah. Sebanyak delapan orang wafat sebelum melaksanakan haji,” kata Abdul Haris di kantornya, Selasa (20/08/2019) petang waktu Makkah.

Dia menambahkan, rata-rata jamaah yang meninggal dunia adalah jamaah kelompok resiko tinggi (risti). Mereka adalah jamaah lanjut usia (lansia) yang berumur di atas 60 tahun dan punya penyakit khusus, seperti sakit jantung, kencing manis, stroke dan sebagainya.

Menurut Abdul Haris, jumlah jamaah haji yang risti memang banyak. sekitar 62 % dari total jamaah haji di Jawa Timur. “Nah, jamaah yang wafat ni rata-rata yang resiko tinggi. Mereka meninggal rata-rata karena serangan jantung dan terlalu capek beraktivitas ibadah,” katanya.

Sedangkan jumlah jamaah haji yang dirawat di rumah sakit, sampai Selasa (20/08/2019), sekitar belasan orang. “Saya belum.punya angka pastinya. Tapi sekitar belasan orang. Namun untuk pasien yang butuh perawatan khusus, ada pertimbangan untuk dipulangkan, karena sakitnya bukan sakit fisik, tapi sakit psikologis atau dimensi akut,” jelas Haris.

Bagi jamaah yang meninggal sebelum melaksanakan ibadah haji, menurut Abdul Haris, diba’dalhajikan oleh petugas, dalam hal ini dikoordinasikan antara tim kesehatan dengan daerah kerja haji di Makkah. Selanjutnya sertipikat ba’dal haji akan diserahkan kepada pihak keluarga melalui Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. (rahmat – makkah)