Sengketa Aset PT KAI, Hakim Gelar Sidang PS

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sejumlah warga sekitar Jl. Sartono, SH, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, yang terlibat dalam gugatan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI), memasuki sidang Pemeriksaan Setempat (PS).

 

Viktor Marpaung, SH, kuasa hukum warga, dan perwakilan warga serta pelaksanaan PS di lokasi obyek gugatan.

 

KETUA Majelis Hakim, Imron Rosadi, SH, MH, menyatakan, semua yang terlibat, mulai warga penggugat dan PT. KAI selaku tergugat, melakukan pemeriksaan ke lokasi obyek gugatan di sekitar Jl. Sartono, Gang Sayur, Jumat (13/03/2020).

Proses pelaksanaan sidang pemeriksaan setempat oleh PN Malang.

Menurut Ketua Majelis Hakim, Imron Rosadi,SH,MH, semua pihak telah melakukan pemeriksan setempat. Dan semua mengakui ada obyek gugatan.

Kuasa Hukum penggugat Faris Aldiano Phoa, SH, dan Victor Marpaung, SH, menerangkan, semua sudah melihat ke lokasi obyek gugatan. Kedua belah pihak telah mengakui, sehingga muncul gugatan yang saat ini masih proses persidangan.

“Bagian yang terpenting adalah, salah satu bentuk fisik, berupa banguan gedung/rumah, sudah tidak ada lagi. Pihak tergugat telah merobohkannya. Selain itu, tergugat juga mengakui jika bangunan itu sudah ada sejak lama,” terang Faris.

Gedung yang dimaksudkan lanjut Faris adalah 7 bangunan rumah permanen yang sudah dirobohkan usai ditinggalkan penghuninya. Bahkan, ada batas jalan yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar.

“Tadi juga ada Pak Lurah yang menyatakan bahwa ada jalan yang digunakan warga sekitar, meskipun ada di wilayah PT KAI. Usai PS ini, sidang akan digelar dengan agenda pemeriksaan saksi dari penggugat,” lanjut Faris Aldiano Phoa, SH.

Sementara itu, Kuasa Hukum tergugat (PT.KAI.), Malvin SH. dan rekan menerangkan, ia mengira masalah ini sudah selesai. Mengingat, uang tali asih/upah boyong sudah ditranssfer ke masing-masing pihak yang sebelumnya tinggal di kawasan PT. KAI.

“Kami sudah memberikan tali asih Rp 250 ribu/meter untuk bangunan permanen yang ada di kawasan PT. KAI. Hal itu sudah berjalan dengan damai. Ini bukan proyek strategis nasional. Ini korporasi, yakni PT KAI, mau menertibkan asetnya,” terangnya.

Apakah PT KAI yang melakukan pembongkaran beberapa bangunan tersebut? Malvin menampiknya. Menurutnya, yang melakukan pembongkaran adalah warga penggugat sendiri.

“Jadi,  warga itu sudah membongkar sendiri. Misalnya, bagian kayu atap yang dibongkar karena mau digunakan lagi. Atau kayu kusen, diambil mau dipakai lagi. Ya,  kami sisanya yang bongkar, misalnya ada sisa tembok,” lanjutnya.

Pelaksanaan pemeriksaan setempat ini, sempat menyita perhatian beberapa orang yang kebetulan berada di kawasan stasiun. Namun, hingga akhir PS, berjalan dengan aman dan damai. (ide/mat)