Semua SKPD Wajib Bangun Pariwisata

Made Arya Wedhantara

Saat mengadakan pemilihan Puteri Pantai 2016 di Pantai Ungapan, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Jumat (3/6/2016) lalu, Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malang menetapkan tiga hal yang menjadi prioritas pembangunan: kemiskinan, lingkungan hidup dan pariwisata.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Malang membuat desaign, untuk mengemas beberapa destinasi wisata di Kabupaten Malang. “Kebetulan Kabupaten Malang, khususnya kawasan Bromo – Tengger – Semeru (BTS) menjadi salah satu unggulan dari Kementerian Pariwisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Made Arya Wedhantara, Kamis (15/6/2016) siang.
Untuk enam bulan ke depan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata punya program awal, yakni pengembangan kawasan Bromo, sehingga semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa bersinergi.

“Yang perlu diketahui adalah 3 A. Pertama, Atraksi, dalam hal ini kebudayaan, seperti tarian. Kedua, Amanitas, yakni kawasan yang mendukung seperti rumah sakit, stasiun, bandara dan sebagainya. Ketiga, aksessibilitas, seperti jalan,” kata Made.

Apa yang dibutuhkan Disbudpar terkait dengan pengembangan BTS? “Yang jelas kami butuh signal HP, air bersih, tempat sampah, pembinaan lingkungan, jalan alternatif, rest area, papan penunjuk arah dari Lawang menunu BTS dan JLS, dan sebagainya. Dengan adanya jalur alternatif, diharapkan wisatawan yang akan pergi dan pulang dari Bromo ke Gubug Klakah, tidak satu arah,” jawa Made.

“Tegasnya, pembangunan pariwisata di Kabupaten Malang dilakukan dengan sistem keroyokan. Semua SKPD turun bersama-sama, konsentrasi membangun di satu kawasan. Untuk tahun ini, kawasan yang akan digarap adalah kawasan menuju BTS, yakni Desa Wisata Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo. Jadi, semua SKPD bersinergi membangun pariwisata,” tegasnya.

Ini sesuai dengan pernyataan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna. “Sekarang tidak boleh ada ego sektoral, ego satuan kerja. Semua harus bekerja bersama-sama untuk kemajuan Kabupaten Malang,” katanya di Ungapan, beberapa waktu lalu.

Made menambahkan, anggaran pariwisata tahun ini memang besar. Tapi tidak di Disbupar, namun di semua SKPD, seperti untuk pembangunan infrastruktur jalan ada di Bina Marga, rambu-rambu lalulintas ada di Disas Perhubungan dan sebagainya.

“Sedangkan tugas Disbudpar akan mengemas atraksinya. Kami akan bentuk suatu tarian, entah itu kolosal atau apa namanya, yang akan menjadi ikon Kabupaten Malang seperti Kecak di Bali. Kami juga buat grand design untuk program 2017 – 2021. Kami juga akan lakukan promosi,” jelasnya.*