Sebulan di Malang, Mahasiswa Jepang Pintar Menari dan Silat

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM Puluhan mahasiswa Kanda University of Internasional Studies (KUIS) Japan, mengikuti program Sakura 2020 di STIE Malangkucecwara Malang (ABM), Jawa Timur. Mereka merupakan mahasiswa Program Study Bahasa Indonesia, Jurusan Bahasa Asia. Selama sekitar 1 bulan, mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia (praktek) serta budaya Indonesia. Hasilnya, mereka mampu menari dan pencak silat.

 

Ketua STIE Malangkucecwara Malang (ABM), Drs Bunyamin MM PhD, Prof Suyoto dan para mahasiswa Jepang mengikuti pembukaan Program Sakura 2020 di STIE Malangkucecwara (ABM).

 

PROGRAM Sakura 2020 yang mengusung tema “Merajut Perbedaan Antara Indonesia dan Jepang” ini diikuti 23 mahasiswa dari Jepang. Pembukaan dilakukan Ketua STIE Malangkucecwara Malang (ABM), Drs. Bunyamin, MM, PhD, Senin (10/02/2020) di kampus setempat.

Mahasiswa Jepang memperagakan tarian yang dipelajari selama tinggal di Malang.

“Tahun 2020 ini, sudah angkatan ke 21. Sebuah konsistensi yang luar biasa. Tema merajut, sangat luar biasa,  bisa juga berarti kehati-hatian. Kehadiran mahasiswa dari Jepang, dibutuhkan kerja yang sangat keras. Untuk belajar budaya dan bahasa, karena itu, bicaralah dengan hati sehingga bisa saling mengerti dan kesepahaman,” terang Bunyamin.

Profesor Suyoto, Dosen Bahasa Asing, Program Study Bahasa Indonesia, jurusan Bahasa Asia Kanda University of Internasional Studies, Japan.

Menurutnya, kedamaian bisa terjadi jika terjadi saling kesepahaman. Karenanya, dengan saling memahami dalam berkomunikasi, akan muncul ketenangan.

Profesor Suyoto, Dosen bahasa asing, Program Study Bahasa Indonesia, jurusan Bahasa Asia Kanda University of Internasional Studies, Japan menjelaskan, kedatangan mahasiswa Jepang ke Indonesia adalah untuk belajar bahasa dan budaya.

“Program Sakura 2020, salah satunya didasari momentum even Olympiade Tokyo Japan tahun 2020. Mereka mengupayakan sangat keras, bisa memfasilitasi keperluan masyarakat dunia, termasuk tempat ibadah. Menghornati perbedaan budaya, dan merangkul semua bangsa,” terangnya di sela -sela pembukaan Progam Sakura.

Para mahasiswa itu, lanjut Suyoto, sudah belajar bahasa Indonesia di kampus selama 1 tahun akademik. Mereka ke Indonesia, untuk mempraktekkan kompetensi bahasa Indonesia serta mengenali sejumlah fenomena sosial kultural Indonesia, khususnya Malang Raya.

 “Selama 1 bulan efektif, mereka dicelupkan langsung dalam pembelajaran langsung hanya berbahasa Indonesia. Diharapkan, dapat memperoleh pengalaman belajar yang faktual,  karena mengalaminya sendiri secara nyata,” lanjut Suyoto.

Usai melaksanakan pembelajaran bahasa dan budaya di Malang, Jawa Timur, sebanyak 23 mahasiswa Universitas Kajian Internasional Kanda, Jepang, melaksanakan Gebyar Seni dan Gelar Kinerja Belajar Mahasiswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) progam Sakura 2020 di STIE Malangkucecwara Malang (ABM), Selasa (03/03/2020).

 Dalam gebyar itu, para mahasiswa menampilkan beragam atraksi dan budaya yang dipelajari di Indonesia, seperti  tarian Cendrawasih, pencak silat, hasil karya batik,  dan lainnya.

Profesor Suyoto, pembelajar bahasa asing, program Study Bahasa Indonesia, jurusan bahasa Asia Kanda University of Internasional Studies, Japan menjelaskan, selama tinggal di Malang, para mahasiswa merasa nyaman dan senang. “Mereka sangat kerasan di sini. Banyak hal yang dipelajari. Bahkan berinteraksi dengan masyarakat. Beberapa budaya seni yang dipelajari, ditampilkan hari ini,” terangnya di sela- sela gebyar seni.

Ia menambahkan, selama tinggal di Malang, banyak kemajuan berbahasa. Selain itu keterampilan dalam kesenian juga semakin mahir. “Selama di Malang, mereka tinggal di beberapa home stay di sekitar kampus. Selain itu, ada tutor sebaya yang sekaligus menjadi pembimbing,” lanjutnya.

Selama hampir satu bulan para mahasiswa mengikuti Program Sakura tahun 2020 di ABM Malang. Kesan mendalam dirasakan Totsuka Nurhadi Tasuku,  salah satu mahasiswa dari Jepang,  Mahasiswa asal Provinsi Chiba, Jepang ini mengungkapkan, berada di Indonesia merupakan  hal yang luar biasa dalam hidupnya. Budaya Indonesia, khususnya di Malang Raya yang santun, membuat dirinya betah dan senang tinggal di Indonesia.

Selama mengikuti Program Sakura, dirinya mempelajari bahasa Indonesia serta belajar budaya, salah satunya pencak silat di wilayah Songgokerto,  Kota Batu. Selama di STIE Malangkucecwara Malang, model pembelajaran Celup Total. Model ini dirancang secara sistem terpadu dalam seluruh aspek keprograman. Program ini mampu memantik motivasi dan semangat para mahasiswa dalam memahami topik, objek dan konteks pembelajaran secara optimal. (ide/mat)